Tambolaka SuaraJarmas.id – Desa Kadi Wano, Kecamatan Wewewa Timur, mendapat perhatian khusus dari politisi muda Partai Perindo, Yus Bora.
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mengusulkan agar desa kelahirannya dijadikan desa model inklusi berkelanjutan dalam pendampingan kelompok disabilitas dan kaum rentan, yang mana saat ini sebagai lokasi sasaran Project Dignity yang didampingi Oleh YHS.
Dalam audiensi bersama DPRD dan YHS di Pasola Hall Hotel Sinar Tambolaka, Selasa (19/8/2025), Yus Bora mengungkapkan keprihatinannya setelah menemukan terdapat 27 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Kadi Wano.
“Sebagai kader Partai Perindo, saya menegaskan bahwa kami memberi perhatian serius terhadap penyandang disabilitas, khususnya mereka yang mengalami gangguan jiwa. Hak-hak mereka harus dipenuhi sebagaimana warga negara,” ujarnya.
Karena itu, Yus Bora mendorong agar Desa Kadi Wano, yang saat ini menjadi desa dampingan YHS dalam Program Dignity, dijadikan pilot project desa inklusi di Kabupaten SBD.
Yus Bora juga berharap seluruh fraksi DPRD bersatu mendorong pemerintah agar lebih peduli pada kelompok disabilitas termasuk Orang dengan Disabilitas Psikososial (ODDP).
“Harapan saya, melalui pertemuan ini, seluruh fraksi dapat mengambil satu kesimpulan bersama untuk mendorong pemerintah agar lebih prioritas bagi penyandang disabilitas, termasuk ODDP,” tambahnya.
Selain isu disabilitas, Yus Bora menyinggung sektor pariwisata yang kian berkembang di Sumba Barat Daya.
Ia menilai, pertumbuhan sektor ini seharusnya juga memberikan ruang bagi penyandang disabilitas.
“Setidaknya satu hingga dua persen tenaga kerja di sektor pariwisata perlu dialokasikan untuk penyandang disabilitas, agar mereka ikut merasakan manfaat pembangunan dan berkontribusi bagi pertumbuhan daerah,” jelasnya.
Usulan menjadikan Desa Kadi Wano sebagai desa inklusi dinilai bukan hanya lahir dari ikatan emosional seorang politisi terhadap tanah kelahirannya, tetapi juga memiliki nilai strategis secara politik.
Desa ini berada di wilayah daerah pemilihan (dapil) Yus Bora, sehingga diharapkan dapat menjadi model inklusi berkelanjutan yang menginspirasi desa-desa lain di kabupaten SBD.***
































