Tambolaka, SuaraJarmas.id – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Wulla, menegaskan pelantikan pejabat eselon II yang berlangsung di Aula Bupati, Senin, 19 Januari 2026, bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari evaluasi kinerja yang akan dilakukan secara ketat selama enam bulan ke depan.
Pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dilakukan melalui mekanisme terbuka dan kompetitif sebagai bagian dari penerapan sistem manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, transparan, dan akuntabel.
“Semua adalah kader-kader terbaik. Saya harus memilih, dan pilihan ini adalah kepercayaan untuk bekerja bersama saya dan Wakil Bupati dalam mendukung visi dan misi serta program yang telah dicanangkan,” tegas Bupati.
Ia menegaskan tidak ada visi dan misi pimpinan OPD selain visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati. Karena itu, seluruh jajaran diminta bekerja satu arah, cepat, dan responsif dalam melayani masyarakat.
“Siapa yang bekerja dengan saya, gerakannya harus cepat, gercep. Kapan pun ditelepon, jam berapa pun harus siap,” ujarnya.
Bupati menekankan bahwa evaluasi enam bulan bukanlah formalitas administratif. Evaluasi tersebut akan menjadi dasar penilaian terhadap kinerja, loyalitas, serta kemampuan pejabat dalam menerjemahkan program pemerintah ke dalam aksi nyata.
“Saya tidak segan-segan melakukan pemberhentian apabila tidak bekerja dengan baik, tidak loyal, dan tidak melaksanakan tugas. Kami hanya punya waktu lima tahun dan harus membuktikan kinerja kepada masyarakat,” katanya.
Menutup arahannya, Bupati menantang para pejabat yang dilantik untuk menunjukkan capaian yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Enam bulan ke depan saya mau lihat pencapaian-pencapaian, ingat dengan realisasi anggaran,” pungkasnya.***(ah)
































