Tambolaka, Suarajarmas.id – Batu-batu lepas di sepanjang jalur menjadi tantangan tersendiri bagi siapa pun yang hendak menuju Dusun Prairowa, Desa Totok.
Jalan menanjak, turunan curam, dan jurang menganga di sisi jalan membuat perjalanan ke dusun di lereng perbukitan itu bukan perkara mudah.
Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan langkah Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dari Partai Gerindra, Thomas Bulu, untuk datang dan mendengar langsung suara rakyat di pelosok.
Kehadiran Thomas Bulu disambut hangat oleh warga Dusun 4 Prairowa. Reses kali ini digelar di rumah Yulius Bulu Ngongo, RT 2/RW 1 Kampung Prairowa, Desa Totok.
Dari pantauan Suara Jarmas, tampak hadir tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kaum perempuan, hingga kelompok lansia, semua antusias menyampaikan aspirasi mereka kepada wakil rakyat yang datang langsung menembus jalan terjal.
Dalam kesempatan itu, Thomas meninjau bantuan 10 unit meteran listrik dari anggaran tahun 2024 yang kini telah terpasang dan menyala di rumah-rumah warga.
“Dusun ini mendapat bantuan 10 unit meteran listrik dari anggaran tahun 2024, dan hari ini semuanya sudah menyala,” ujar Thomas.
Ia menambahkan, masih ada lima kepala keluarga yang jaringan listriknya sudah terpasang dan hanya menunggu pemasukan arus agar benar-benar berfungsi penuh.
Meski bantuan listrik membawa harapan baru bagi warga, persoalan lain masih membayangi kehidupan mereka: akses jalan dan air bersih.
Menurut Agustinus, tokoh masyarakat setempat, warga hingga kini masih harus menuruni tebing curam untuk mengambil air dari mata air Weepa Adur dengan menggunakan jerigen dan tangga darurat.
“Kami masih mengambil air secara manual. Pernah kami gunakan alat angkat air, tapi hanya bisa menaikkan air, tidak sampai bisa disalurkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat musim hujan jalan menjadi licin dan rawan jatuh, sehingga aktivitas warga semakin sulit.
“Kami hanya ingin ada jalan yang lebih baik dan air yang bisa sampai ke rumah,” ujarnya penuh harap.
Menanggapi aspirasi tersebut, Thomas Bulu menilai bahwa peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat harus disesuaikan dengan kondisi wilayah.
“Untuk Desa Totok, terutama Dusun 4 Prairowa, cocok dikembangkan usaha ternak kambing. Lahan dan kondisi alamnya sangat mendukung,” jelasnya.
Menurutnya, upaya memperkuat ekonomi keluarga dapat berjalan seiring dengan peningkatan akses dasar seperti listrik, air, dan jalan.
Ia pun berkomitmen untuk membawa aspirasi masyarakat Prairowa ke meja pembahasan di DPRD Sumba Barat Daya.
“Kami akan terus memperjuangkan agar wilayah seperti Prairowa tidak lagi tertinggal. Harus ada keadilan pembangunan bagi masyarakat di pelosok,” tegas politisi Gerindra itu.
Kegiatan reses diakhiri dengan doa bersama dan pesan penuh harapan dari warga. Mereka berharap perjuangan Thomas Bulu benar-benar membawa perubahan nyata, jalan yang lebih baik, air yang lebih mudah dijangkau, dan kehidupan yang lebih terang di Dusun Prairowa.
“Kami percaya, selama masih ada wakil rakyat yang mau datang ke tempat sesulit ini, harapan kami belum padam,” ujar seorang perempuan warga Prairowa dengan mata berbinar.***




























