Suarajarmas.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Reda Bolo di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, kini memiliki fasilitas Unit Transfusi Darah yang diresmikan pemakaiannya pada Sabtu, 3 Agustus 2024.
Bupati Sumba Barat Daya dr. Kornelius Kodi Mete seusai menggunting pita pada peresmian UTD tersebut mengatakan bahwa pemasangan fasilitas baru ini merupakan bukti komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. RSUD Reda Bolo yang diresmikan pada 27 Februari 2019, saat ini masuk dalam RS Tipe D dengan Akreditasi Madya memiliki fasilitas layanan kesehatan dengan 95 tempat tidur untuk rawat inap dan didukung 11 dokter umum, 7 dokter spesialis, tenaga medis dokter, paramedis. UTD ini langsung dioperasikan untuk melayani transfusi darah dan donor darah khususnya bagi masyarakat di wilayah SBD
“Keberadaan UTD diharapkan dapat ikut menurunkan tingkat kematian ibu dan anak serta menangani kasus kasus lain, ” ujar Direktur RSUD Reda Bolo, dr. Elfrida Marpaung.
Sementara itu Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete dalam sambutannya mengatakan, ada beberapa persoalan yang dihadapi RSUD Reda Bolo dalam pelaksanaan pelayanan rujukan pada RSUD Pratama Reda Bolo dalam menyelesaikan kasus-kasus yang membutuhkan pelayanan transfusi darah, antara lain pada kasus kebidanan, kasus beda, kasus penyakit dalam dan kasus anak sesuai dengan kompetensi pelayanan kesehatan RSUD Pratama Reda Bolo. Selama ini persoalan yang dihadapi diupayakan dengan menjalin kerjasama dengan unit transfusi darah RSUD Waikabubak Kabupaten Sumba Barat sejak awal tahun 2024.
“Sejak diresmikan tanggal 27 Februari 2019, RSUD Pratama Reda Bolo telah menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten SBD. Peresmian ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten SBD. Peningkatan fasilitas, penambahan tenaga medis, serta inovasi dalam pelayanan kesehatan merupakan bukti nyata dari upaya yang telah dilakukan”, ungnkap Bupati.
Bupati SBD menyampaikan, Pemerintah Daerah terus berkomitmen secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan RSUD Pratama Reda Bolo agar pelayanannya semakin meningkat. Peresmian unit transfusi darah menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan komitmen tersebut.
“Dengan keberadaan unit transfusi darah diharapkan penanganan yang membutuhkan stok darah setelah operasi dan lain-lain tidak perlu lagi dirujuk ke daerah lain. Hal ini akan mempercepat proses penanganan dan meminimalisir resiko yang mungkin terjadi”, ujar Bupati SBD.
Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya pelayanan transfusi darah dan pembangunan gedung unit transfusi darah ini, dan berharap kerja keras semua pihak ini akan membuahkan hasil yang lebih baik bagi masyarakat.
“Perlu diingat, dengan adanya penambahan inovasi layanan dan penggunaan alat yang canggih harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan bagi masyarakat, dengan tata kelola yang baik diharapkan sistem pelayanan juga dapat mencapai tingkat maksimal”, tuturnya.
Hadir dalam acara peresmian Fasilitas Transfusi Darah RSUD Reda Bolo di Desa Watu Kawula Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (3/8/2024)ini Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten SBD, Christofel Horo, SH; Kadis Kesehatan Kabupaten SBD, drg. Yulianus Kaleka, Kadis Pertanian SBD Ir. Yohanes Frin Tuka, Direktur RSUD Pratama Reda Bolo, dr. Elfrida Marpaung bersama jajarannya, Wadayon Brimob Batalyon C Pelopor SBD, Sekdis Kesehatan bersama para Kabid, Kabag Protokol Kabupaten SBD, dan seluruh tamu undangan lainnya. ***






























