Ranperda APBD 2025: Sampaikan Pendapat Akhir, Fraksi PDI Perjuangan SBD Dorong 2 Catatan Penting

Tambolaka, Suarajarmas.id Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menyampaikan pendapat akhir dalam Rapat Paripurna VII Masa Sidang II yang digelar pada Jumat 4 juli 2025 Pendapat tersebut merupakan respons atas penyampaian Nota Keuangan Bupati Sumba Barat Daya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Dalam penyampaiannya, Fraksi PDI Perjuangan menegaskan pentingnya catatan strategis yang muncul dari dinamika pembahasan di rapat komisi-komisi serta rapat Badan Anggaran DPRD. Catatan tersebut diarahkan sebagai masukan konstruktif kepada Pemerintah Daerah guna memperkuat arah kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan ke depan.

Dorongan Kerja Sama Pendidikan dengan UNIKA Weetabula

Salah satu sorotan utama Fraksi PDI Perjuangan adalah dorongan agar Pemerintah Daerah menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Universitas Katolik (UNIKA) Weetabula. Lembaga pendidikan tinggi ini dinilai sebagai perguruan tinggi terbaik di daratan Sumba yang telah menunjukkan komitmen dan kompetensi dalam peningkatan literasi dan numerasi siswa melalui program “Ransel Literasi”.

“Program Ransel Literasi UNIKA Weetabula layak menjadi model pembelajaran bagi peningkatan mutu pendidikan di Sumba Barat Daya. Dalam bidang penelitian pun, UNIKA Weetabula dapat menjadi mitra strategis untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis data,” ungkap juru bicara Fraksi PDI Perjuangan.

Penguatan Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Hidup

Catatan penting lainnya tertuju pada sektor lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah dan limbah B3. Fraksi PDI Perjuangan mendorong dukungan penuh dari Pemerintah Daerah terhadap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melalui pengadaan sarana dan prasarana di Tempat Pengelolaan Akhir (TPA).

Adapun kebutuhan yang diidentifikasi antara lain adalah jembatan timbang, alat pemilah sampah organik dan anorganik, alat pencacah, buldoser, hingga pembangunan gudang penyimpanan alat. Selain itu, pendidikan dan kesadaran pengelolaan sampah harus mulai diperkenalkan di sekolah-sekolah sebagai bagian dari pembentukan budaya peduli lingkungan.

“Pendidikan lingkungan harus menjadi bagian dari kurikulum sekolah, agar siswa-siswi memahami pentingnya proses pengelolaan sampah dan kesesuaiannya dengan izin lingkungan,” ujar Fraksi.

Fraksi PDI Perjuangan Terima Ranperda untuk Evaluasi Tingkat Provinsi

Menutup pendapat akhir, Fraksi PDI Perjuangan secara resmi menyatakan menerima Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024, Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Sumba Barat Daya Tahun 2025–2029, serta Realisasi Semester I Tahun 2025 untuk dievaluasi di tingkat Provinsi.

“Kami menyatakan menerima untuk dievaluasi ke tingkat Provinsi,” tegas juru bicara fraksi menutup pernyataan.

Rapat paripurna ini turut dihadiri oleh Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, Plt. Sekretaris Daerah, Asisten I Setda, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten SBD.***(AH).-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *