PLN Perkenalkan Pertanian Modern di Sumba Barat Daya Lewat Program Electrifying Agriculture

Lewat Program Electrifying Agriculture, PLN Peduli ubah lahan kering jadi sumber kehidupan baru bagi Petani Weerena di Sumba Barat Daya.

Tambolaka, SuaraJarmas.id — Upaya mendorong pertanian modern di Kabupaten Sumba Barat Daya kian nyata.

Melalui kolaborasi antara PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM).

Warga Desa Weerena, Kecamatan Kota Tambolaka, kini menikmati manfaat Program Air untuk Pertanian Berbasis Listrik — bagian dari inisiatif Electrifying Agriculture dari PLN Peduli.

Suasana Dusun IV Puu Tame tampak berbeda pada Senin (13/10/2025) pagi.

Irama gong dan tarian Woleka menyambut kehadiran Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, S.P., yang hadir untuk menerima secara simbolis Program Electrifying Agriculture dari PLN Peduli.

Bagi warga, hari itu bukan sekadar seremoni. Ini adalah momen bersejarah — untuk pertama kalinya listrik hadir membawa air, dan air membawa kehidupan baru bagi pertanian mereka.

“Air adalah sumber kehidupan dan kunci pertanian. Kehadiran listrik dalam penyediaan air menjadi harapan baru bagi pertanian modern dan berkelanjutan di Sumba Barat Daya,” ujar Wakil Bupati Dominikus dalam sambutannya.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan sektor swasta dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani.

“Program ini jangan berhenti di seremoni. Jadikan sebagai gerakan menuju pertanian mandiri, maju, dan berdaya saing,” tegasnya.

Listrik Hadirkan Harapan
Manajer PLN UP3 Sumba, Ronal Tillmans, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN yang menghadirkan inovasi Electrifying Agriculture — sistem pertanian berbasis listrik untuk mengelola air dan lahan secara efisien.

Fasilitas yang dibangun meliputi pemasangan pompa listrik, jaringan pipa sepanjang 500 meter, 12 titik air, dan dua tandon berkapasitas total 10.000 meter kubik.

Dua kelompok tani, Lara Kako dan Ingin Makmur, kini menjadi penerima manfaat langsung program tersebut.

“Dulu lahan kering hanya bisa panen tiga kali setahun, kini menjadi lahan produktif yang menghidupkan harapan baru. Energi listrik membuat pekerjaan lebih mudah, biaya lebih hemat, dan ekonomi desa ikut tumbuh,” kata Ronal.

Ia menutup sambutannya dengan kalimat yang disambut senyum tamu undangan:

“Minum kopi sore di Weerena sambil melihat air mengalir terasa damai di hati. PLN hadir memberi energi — tugas kita menjaganya sepenuh hati.”

Petani Menyambut Asa Baru
Rasa syukur terpancar dari wajah Kornelis Dairo Bili, koordinator dua kelompok tani penerima program yang tak kuasa menyembunyikan kebahagiaannya.

“Kami senang dan berterima kasih. Dengan fasilitas ini, ekonomi keluarga bisa meningkat.Kami akan jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah terus mendampingi petani melalui bantuan benih dan alat pertanian agar produktivitas semakin meningkat.

Plt. Kepala Desa Weerena menambahkan bahwa kehadiran listrik dan sumur bor menjadi momentum penting bagi desa mereka.
“Air ini bukan hanya untuk tanaman, tapi juga penopang ekonomi warga Puu Tame,” katanya.

Panen Perdana, Energi yang Menghidupkan
Usai prosesi pengguntingan pita, Wakil Bupati bersama rombongan meninjau lahan pertanian dan ikut melakukan panen perdana sayur kangkung.

Dalam suasana penuh keakraban, ia berdialog langsung dengan para petani, menyerap aspirasi, dan menyampaikan apresiasi atas kerja keras mereka.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi I DPRD SBD Octavianus Dapa Talu, Manager ULP Sumba Jaya Prasetyo Jati K., SPO Yayasan JPM Ayub Kiuk, Babinsa Asrul Sani, Babinkamtibmas Desa Weerena, serta perangkat desa, pengurus kelompok tani, dan komite air Puu Tame.

Siang itu, di bawah langit cerah Tambolaka, aliran air dari pipa-pipa baru menjadi simbol kehidupan.

PLN Peduli tak hanya menyalakan listrik, tetapi juga menyalakan harapan — harapan para petani Sumba Barat Daya untuk menatap masa depan pertanian yang mandiri, modern, dan berdaya saing.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed