Tambolaka, SuaraJarmas.id – Suasana berbeda terasa di Desa Wee Baghe, Kecamatan Wewewa Selatan, Jumat, 23 Agustus 2025, saat Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Octavianus Dapa Talu, menggelar reses masa sidang II (Mei–Agustus).
Bagi Pemerintah Desa dan sebagian warga ini menjadi momen langka karena ini pertama kali ada wakil rakyat turun ke desa untuk mendengar aspirasi mereka setelah usai proses pemilihan legislatif.
Reses dibuka secara resmi oleh Pj. Kepala Desa Wee Baghe, Yosep Tamo Ama,
Turut hadir Kabag Perencanaan dan Pengawasan (Ranwas) Monika Danur, Ketua BPD, perangkat desa, para guru, serta para tokoh masyarakat.
Dalam pengantar pembuka pertemuan Monika Danur menjelaskan bahwa reses merupakan agenda anggota dewan pelaksanaannya tiga kali dalam setahun.

“Reses adalah masa kunjungan kerja Dewan untuk menjaring aspirasi masyarakat (Jaring asmara), saat ini seluruh 35 anggota DPRD SBD termasuk pimpinan sedang melakukan kegiatan serupa di daerah pemilihan masing-masing,” jelas Monika Danur.
Ia melanjutkan apa yang menjadi usulan masyarakat akan di catat sebagai pokok pikiran (pokir) akan di bawa dalam pembahasan anggaran dan apa yang menjadi skala prioritas utama masyarakat, merupakan untuk kepentingan umum bukan kebutuhan pribadi atau kelompok.
Sementara itu Pj Kepala Desa Wee Baghe Yosep Tamo Ama menyampaikan apresiasi kehadiran Dewan Octavianus Dapa Talu, dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan)
Ia menyampaikan bahwa kehadiran beliau selama ini cukup dirasakan di saat masyarakat membutuhkan.
“Kami bahagia bapa Dewan kembali hadir, bukan hanya saat kampanye, ada agenda reses, tapi ada niat dan kemauan kembali kunjungi kami di desa itu paling penting,” ujarnya.

Dalam proses kegiatan reses Octavianus mengingat kan kepada Kepala Desa apa yang menjadi usulan diupayakan singkronkan dengan RKPDes Tahunan desa.
Politisi muda Benteng Moncong Putih Perjuangan menegaskan usulan yang merupakan kebutuhan Hasil reses diusahakan bisa sinkron dengan perencanaan dalam RKPDes, khususnya tahun 2026.
Masyarakat yang hadir dalam kegiatan memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan segala persoalan dasar yang cukup strategis.
Mereka mengeluhkan akses jalan yang buruk sehingga mengganggu aktivitas sosial ekonomi di masyarakat.
Sehingga secara aklamasi, perbaikan jalan menjadi usulan skala prioritas, dan usulan itu mendapat dukungan langsung dari Octavianus.

“Infrastruktur jalan menjadi pintu masuk bagi peningkatan ekonomi masyarakat wilayah Wewewa Selatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan jalan yang bagus akan mempermudah akses pertanian dan membuka peluang pasar menjadi luas. Ini menjadi aspirasi skala prioritas utama.
Selain dari itu warga menyampaikan beberapa usulan yang tidak kalah penting seperti Jaringan Listrik, Jaringan internet, dibidang pertanian, kesehatan, pendidikan, bantuan beasiswa, rumah layak huni hingga sarana air bersih.
Octavianus menegaskan bahwa aspirasi masyarakat yang diterima akan dicatat sebagai pokok pikiran (pokir) dewan untuk kemudian dibahas bersama pemerintah dalam sidang anggaran tahun mendatang.
“Aspirasi yang terkumpul diharapkan dapat menjembatani pembangunan desa,” harapnya.***(AH).-





























