Tambolaka, SuaraJarmas.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui peluncuran NTT Mart di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).
Kehadiran pusat pemasaran ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjangkau pasar yang lebih luas, terorganisir, dan berkelanjutan.
NTT Mart tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi berfungsi sebagai etalase produk unggulan daerah yang merepresentasikan identitas, potensi, serta daya saing lokal.
Beragam produk olahan dan kuliner khas SBD kini dipasarkan sebagai bentuk dukungan konkret terhadap UMKM sekaligus upaya menumbuhkan kebanggaan terhadap produk lokal.
Peluncuran NTT Mart berlangsung meriah di Kecamatan Kota Tambolaka, Selasa (17/12/2025). Kegiatan ini dihadiri Plh. Sekda Provinsi NTT Flourita Rita Wuisan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Zet Libing, Wakil Bupati SBD Dominikus A.R. Kaka, Sekda SBD Etmundus N. Nau, Ketua Dekranasda SBD Markus Dairo Talu, jajaran pimpinan lingkup Pemkab SBD, para pelaku UMKM, serta tamu undangan lainnya.
Plh. Sekda Provinsi NTT, Flourita Rita Wuisan, menegaskan bahwa NTT Mart secara khusus disiapkan untuk menampung dan memasarkan produk UMKM dari seluruh wilayah Sumba Barat Daya.
“NTT Mart ini khusus untuk produk-produk daerah. Semua produk berasal dari masyarakat Sumba Barat Daya, dari para pengusaha UMKM di berbagai desa,” ujarnya.
Menurut Flory, UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda ekonomi daerah. Oleh karena itu, penguatan sektor ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus A.R. Kaka, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Provinsi NTT yang dinilainya sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap ekonomi rakyat.
“Kehadiran Pemerintah Provinsi NTT merupakan kehormatan sekaligus motivasi besar bagi kami untuk terus mendorong kemajuan ekonomi daerah,” kata Dominikus.
Ia menegaskan, keberadaan NTT Mart akan memangkas persoalan klasik yang selama ini dihadapi UMKM, khususnya keterbatasan akses pasar.
“Ini adalah wujud komitmen pemerintah dalam memberdayakan UMKM dan perajin lokal, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan daerah, khususnya Sumba Barat Daya,” jelasnya.
Dengan beroperasinya NTT Mart, UMKM di Sumba Barat Daya diharapkan semakin kuat, berdaya saing, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah berbasis potensi lokal.***(ah)
































