“Bicara mobil listrik bukan hanya mengenai nikelnya, mobilnya, tetapi harus berbicara mengenai orangnya,” terangnya.
Kata Bob, tidak menutup kemungkinan kendaraan listrik nantinya akan menjadi alat transportasi alternatif masyarakat seperti di perkotaan.
“Mungkin akan jadi kendaraan alternatif di perkotaan, bisa di-charging di rumah,” katanya.
“Mungkin starting dengan yang sifatnya practical seperti itu. Kita juga masih menerka-nerka,” pungkas Wakil Presiden Direktur PT TMMIN.
Untuk diketahui, dalam konteks teknologi baterai, Toyota sedang mempertimbangkan efisiensi dan mencari cara untuk mendukung industri nikel di Indonesia.***
Ikuti berita terupdate Lintas Sumba dengan KLIK DI SINI.




























