Tambolaka, Suarajarmas.id – Upaya memperluas akses air bersih di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) kembali mendapat dukungan dari mitra internasional.
Melalui kerja sama yang dijalin Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar menyerahkan bantuan satu unit sumur bor untuk masyarakat Desa Pogo Tena, Sabtu (29/11/2025).
Penyerahan bantuan dihadiri Bupati SBD Ratu Ngadu Bonnu Wulla, Sekretaris Konjen RRT Chen Yucheng, Plt. Kepala Dinas PU SBD Yohanis Umbu Deta, perwakilan PSMTI, perangkat desa, serta warga penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa persoalan air bersih masih menjadi tantangan utama di banyak wilayah pedesaan SBD.
Ia menyebut bantuan sumur bor tersebut bukan hanya pembangunan fasilitas fisik, tetapi solusi langsung atas kebutuhan dasar masyarakat.
“Bantuan ini sangat strategis untuk meningkatkan kualitas hidup warga Pogo Tena. Air bersih berdampak pada kesehatan, pendidikan, pertanian, dan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Atas nama pemerintah daerah, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Konjen RRT dan PSMTI SBD atas dukungan mereka.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas lokal, dan mitra internasional menjadi langkah penting untuk mempercepat pembangunan di SBD.
Bupati juga mengingatkan warga agar menjaga fasilitas yang telah disediakan.
“Mari manfaatkan dan rawat sumur ini dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” pesannya.

Ketua PSMTI SBD, Erny Karwelo, SE mengatakan organisasi mereka ingin hadir sebagai wadah yang memberi dampak sosial nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap bantuan seperti ini benar-benar memberi manfaat dan mendorong kesejahteraan warga,” katanya.
Sementara itu, Konsul Jenderal RRT untuk Bali, NTB, dan NTT, Zhang Zhisheng, menyampaikan bahwa pihaknya memahami tantangan krisis air bersih yang dialami wilayah Nusa Tenggara Timur.
Karena itu, bantuan kepada desa-desa yang membutuhkan menjadi prioritas kerja sama mereka.
“Air dari sumur bor ini sudah keluar dan sudah dapat digunakan warga. Mungkin bantuan ini kecil, tetapi ini adalah bukti persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya bagi masyarakat NTT,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setelah Pogo Tena, bantuan serupa akan diberikan di Kabupaten Belu.
Kepala Desa Pogo Tena juga mengungkapkan bahwa pemerintah desa akan menindaklanjuti bantuan tersebut dengan pembangunan jaringan perpipaan menuju rumah-rumah warga.
“Setelah penyerahan resmi, kami akan menyiapkan titik-titik tugu untuk mendekatkan layanan air kepada masyarakat,” ujarnya.
Hadirnya sumur bor ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan mendorong pembangunan desa yang lebih merata dan berkelanjutan.***































Minta 1 ko
Kita hanya liput sa kk