Lagalete, Suarajarmas.id – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Kristen Wira Wacana (UNKRISWINA) Sumba di Desa Lagalete, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, resmi berlangsung sejak pertengahan Juni dan akan berakhir pada 9 Agustus 2025. Program ini difokuskan pada tiga sektor strategis: peningkatan ekonomi, literasi hukum, dan transformasi digital desa.
Kepala Desa Lagalete, Bernardus B. Malo, menyambut antusias kehadiran para mahasiswa dari berbagai program studi. Ia menekankan pentingnya transfer ilmu dari kampus ke masyarakat.
“Dengan ilmu yang mereka bawa dari kampus, tentu akan berdampak positif bagi desa kami. Misalnya, di BUMDes, mahasiswa bisa membantu pengurus merancang strategi dan berbagi pikiran sesuai bidang keilmuannya. Begitu juga dalam pengembangan koperasi dan program kewirausahaan,” ujar Bernardus.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi hukum di tengah masyarakat. Bernardus berharap kehadiran mahasiswa dan dosen dari prodi Hukum bisa membangun kesadaran hukum warga.
“Kami butuh lebih banyak sosialisasi hukum. Harapannya, dosen-dosen bisa terjun langsung untuk mengedukasi masyarakat. Kalau warga sadar hukum, keamanan dan ketertiban desa akan lebih terjaga,” tambahnya.
Digitalisasi Tata Kelola Desa
Dosen pendamping KKN, Pingky Alfa Ray Leo Lede, S.Kom., M.Cs., menjelaskan bahwa KKN menjadi ajang implementasi nyata kompetensi mahasiswa. Dari 10 program studi yang terlibat, digitalisasi desa menjadi salah satu fokus utama.
“Informasi resmi Desa Lagalete sudah bisa diakses secara online, meski masih terbatas. Ini menjadi fondasi awal bagi pengembangan sistem digital yang lebih terstruktur, mulai dari administrasi hingga informasi publik,” ujarnya.
Mahasiswa prodi Teknik Informatika UNKRISWINA Sumba akan mengembangkan sistem layanan administrasi digital demi meningkatkan efisiensi pelayanan publik.
Pemberdayaan Ekonomi dan Literasi Pendidikan
Melalui tema “Peningkatan Taraf Hidup Masyarakat melalui Integrasi Wirausaha” dan “Literasi Pendidikan untuk Peningkatan Kualitas SDM Desa”, mahasiswa menjalankan berbagai program pelatihan kewirausahaan, pengolahan sumber daya lokal, dan edukasi lingkungan.
Mereka merancang pelatihan pembuatan pestisida alami, pola tanam berkelanjutan, dan peningkatan hasil pertanian musiman. Seluruh inisiatif tersebut terintegrasi dengan pengembangan BUMDes sebagai motor ekonomi desa.
Di sektor pendidikan, mahasiswa mendata kemampuan baca-tulis siswa SD kelas 1 hingga 3. Tujuannya adalah memetakan potensi dan tantangan belajar untuk mendukung kebijakan pendidikan desa yang berbasis data.
Literasi Hukum dan Advokasi Masyarakat
Di bidang hukum, mahasiswa bersama dosen dari prodi Hukum menggelar program advokasi masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi hukum pidana, hukum perdata, serta isu kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Kami menyiapkan program pendampingan hukum yang praktis dan menghadirkan narasumber profesional, termasuk pengacara yang juga dosen di kampus kami,” jelas Pingky.
Sinergi Pendidikan dan Pembangunan Desa
Sebanyak 16 mahasiswa dari 10 program studi terlibat aktif dalam KKN Lagalete. Meski prodi Sistem Informasi belum mengirimkan mahasiswa karena masih baru, keterwakilan dari 11 prodi tetap terakomodasi.
Dengan dukungan pemerintah desa dan komitmen mahasiswa, KKN UNKRISWINA di Lagalete diharapkan menjadi model kolaborasi antara pendidikan tinggi dan pembangunan desa. Kegiatan ini bukan sekadar program tahunan, melainkan langkah nyata membangun desa dari potensi yang ada.***(AH).-




























