Tambolaka, Suarajarmas.id – Kick Off Program GENRE (Generation Ready) resmi digelar di Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan ini berlangsung di Aula Hotel Sumba Sejahtera, Kota Tambolaka, pada Selasa, 4 November 2025.
Acara yang digagas CIS Timor dan Save the Children itu dibuka langsung oleh Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla.
Pantauan media ini, hadir juga saat itu Ketua Komisi I DPRD SBD, Octavianus Dapa Talu, Program Manager CIS Timor, Imelda Adu, Program Manager Save the Children, Yoseph Molan Tapun, camat, serta Para Kepala Desa dan 8 Kepala Sekolah dampingan Program Genre.
Dalam sambutannya, Imelda Adu, menjelaskan bahwa delapan sekolah di enam desa akan didampingi sejak Oktober 2025 hingga Juli 2027 dalam program ini.
Pendekatan program berpusat pada anak, dengan melibatkan ibu sebagai penggerak keluarga dan komunitas untuk memperkuat kesadaran mitigasi bencana berbasis perubahan iklim sejak dini.
Imelda menegaskan bahwa program ini memastikan anak-anak memiliki pengetahuan dan kemampuan menghadapi ancaman hidrometeorologis yang semakin sering terjadi.
Senada, Yoseph Molan Tapun, menyebut sekolah di wilayah pesisir menjadi fokus utama karena tingkat risiko bencana yang lebih tinggi.
Ia menambahkan bahwa kehadiran pemerintah dan masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam melindungi masa depan anak-anak selama dua tahun pendampingan.
Sementara itu, Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, menyambut baik pelaksanaan program ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun kesiapsiagaan generasi muda.
Dia menyebut pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya untuk kemitraan dengan harapan kegiatan ini berjalan konsisten dengan monitoring serta evaluasi berkala.
“Kolaborasi bukan hanya slogan. Pemerintah, DPRD, masyarakat, dan mitra pembangunan harus duduk bersama. Kita harus tahu ke mana arah pembangunan daerah ini,” ujarnya.
Ia juga menyebut SBD sudah berkomitmen menjadi kabupaten layak anak sejak 2021. Meski begitu, kata Bupati SBD, keberhasilan hanya terjadi bila seluruh pihak berjalan bersama.
“Sejak 2021, kita sudah berkomitmen menjadikan Sumba Barat Daya sebagai kota layak anak dan kota ramah anak. Tapi itu tidak akan tercapai jika kita berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.***






























