Tambolaka, Suara Jarmas.id – Harapan masyarakat Dusun 2 Kompleks BTN Puri Cendana, Desa Pogotena, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), akhirnya terwujud. Setelah bertahun-tahun hanya mengandalkan pembelian air tangki, kini mereka resmi memiliki akses air bersih melalui sumur bor bantuan pemerintah yang diresmikan pada Kamis (28/8/2025).
Peresmian dilakukan secara hybrid dengan pusat acara di Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Dari 13 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mendapat program serupa, Desa Pogotena Kabupaten Sumba Barat Daya menjadi salah satu penerima manfaat.
Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa pembangunan sumur bor merupakan langkah nyata pemerintah pusat dalam mendukung ketahanan air bersih masyarakat NTT.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Kehadiran sumur bor ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya saat musim kemarau,” ujarnya.

BNPB mencatat, total terdapat 39 titik sumur bor yang dibangun di 13 kabupaten, masing-masing tiga titik per kabupaten. Lokasi dipilih berdasarkan usulan masyarakat melalui pemerintah daerah maupun komunitas, sehingga benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Turut hadir di lokasi BTN Puri Cendana, Kepala BPBD SBD Samuel Boro, Dandim 1629/SBD Letkol Inf. Deny Ahdiani Amir M.Han, Kepala Desa Pogotena Yohanes Umbu Leli Adolf, perangkat desa, serta warga Penerima Manfaat.
Kepala BPBD SBD Samuel Boro, menjelaskan pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari program siaga darurat kekeringan tahun anggaran 2024 yang digagas BNPB bersama TNI Angkatan Darat. Di SBD, titik pembangunan meliputi Desa Hameli Ate (Kodi Utara), Desa Bondo Kodi (Kodi), dan Desa Pogotena (Loura).
“Pengelolaan sumur bor harus dilakukan bersama antara pemerintah desa dan warga penerima manfaat agar penggunaannya terkontrol dan berkelanjutan,” jelasnya.
Kepala Desa Pogotena, Yohanes Umbu Leli Adolf, menambahkan pihaknya akan segera mengumpulkan warga BTN Puri Cendana untuk membicarakan mekanisme pemanfaatan serta perluasan jaringan perpipaan.
“Saat ini baru sebagian rumah yang terhubung dengan jaringan pipa air. Kami akan duduk bersama warga agar seluruh keluarga bisa merasakan manfaat sumur bor ini,” katanya.
Program sumur bor ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi krisis air bersih di Kabupaten Sumba Barat Daya sekaligus wujud kepedulian pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah rawan kekeringan.***






























