Wewewa Selatan, Suarajarmas.id – Kampung Situs Manola yang sempat dilanda musibah besar akibat kebakaran yang menghanguskan 18 rumah adat, kini perlahan bangkit dengan semangat gotong royong dan keteguhan masyarakat dalam menjaga identitas budaya mereka.
Pada Selasa, 25 November 2025, Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, hadir di kampung adat tersebut sekaligus membuka secara resmi Festival Budaya Manola.
Kehadiran Bupati disambut hangat oleh masyarakat adat yang tetap teguh mempertahankan tradisi leluhur.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Direktorat Sarana dan Prasarana Kebudayaan Feri Alius, Plt. Kadis Pendidikan Agus B. Tanggu, budayawan Sumba Pater Robert Ramone, Camat Wewewa Selatan Stefanus Malo, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa pemulihan kampung adat bukan hanya persoalan membangun kembali rumah, tetapi juga memulihkan jati diri masyarakat Manola.
“Berkat dukungan Direktorat Sarana dan Prasarana Kebudayaan, lima rumah adat kini telah berdiri kembali sebagai langkah awal pemulihan. Ini bukan sekadar bangunan. Ini adalah ruang hidup, ruang spiritual, ruang pengetahuan, dan ruang ekologis yang menjaga kesinambungan tradisi antar generasi,” tegasnya.
Bupati juga menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan lima rumah adat ini menjadi bukti kuatnya daya tahan budaya masyarakat Manola.
Ia mengingatkan bahwa kampung situs memiliki aturan adat yang harus dihormati, sehingga setiap penataan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan tetap mengikuti tatanan leluhur.
Sementara itu, Feri Alius dalam arahannya menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan kembali rumah adat Manola merupakan hasil kolaborasi banyak pihak.
Ia berharap proses pemulihan ini dapat mendorong kemajuan pariwisata budaya di SBD.***






























