Gereja Imbau Jemaat Tetap Tenang dan Bijaksana Hadapi Situasi Bangsa

Tambolaka, Suarajarmas.id – Gelombang demonstrasi yang marak di berbagai daerah Indonesia akhir-akhir ini mengundang perhatian banyak pihak, termasuk gereja. Suasana aksi yang kerap disertai tindakan anarkis dinilai dapat mengancam persatuan bangsa serta meresahkan masyarakat luas.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Perwakilan Sinode GKS Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Pendeta Irene Takanjanji, S.Th., menyampaikan imbauan kepada jemaat dan masyarakat. Ia mengajak umat untuk tidak terprovokasi dan tetap mengedepankan sikap damai.

“Shalom, mari kita tetap menjaga hati, pikiran dan tindakan kita agar kita tidak mudah terprofokasi,” ujar Pdt. Irene.

Menurutnya, kekerasan tidak pernah melahirkan kebaikan. Sebaliknya, hal itu justru merusak persatuan, menimbulkan perpecahan, dan meninggalkan luka yang dalam. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Pendeta Irene juga menekankan pentingnya merespons kondisi bangsa dengan doa, pengharapan kepada Tuhan, serta kebijaksanaan dalam bersikap. Ia mengingatkan bahwa menjaga kedamaian merupakan bentuk nyata dari iman yang hidup.

“Marilah kita tanggapi situasi bangsa ini dengan sikap bijaksana, dengan doa dan pengharapan kepada Tuhan serta dengan komitmen untuk menjaga persatuan kedamaian di masyarakat Sumba Barat Daya ini,” tambahnya.

Gereja percaya bahwa peran masyarakat dalam menciptakan suasana damai sangat menentukan. Dengan mengedepankan kasih dan persaudaraan, diharapkan Sumba Barat Daya tetap menjadi tanah yang rukun, meski bangsa tengah menghadapi gelombang ujian.***(AH).-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *