Tambolaka, Suarajarmas.id – Yayasan Harapan Sumba (YHS) sejak berdiri pada 2004 terus konsisten mengembangkan program di bidang kesehatan, pendidikan, serta ekonomi berkelanjutan. Fokus utama yayasan ini mencakup peningkatan sanitasi, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), hingga mendorong pertumbuhan ekonomi hijau melalui kegiatan kerajinan dan pertanian ramah lingkungan.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumba Barat Daya (SBD), Sirilus Lega, menilai langkah YHS sejalan dengan upaya membangun kemandirian masyarakat. Ia menyebut program-program yayasan tidak hanya mendidik, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi warga.
“YHS memiliki tujuan yang mulia, mendidik masyarakat agar lebih maju sekaligus memberi peluang kerja,” ujar Sirilus dalam dialog terbuka bersama jajaran legislator di Pasola Hall Hotel Sinar Tambolaka, Kota Tambolaka, Selasa, 19 Agustus 2025.
Meski demikian, Sirilus menekankan bahwa upaya pemberdayaan tidak bisa dilakukan sendirian. Menurutnya, YHS memerlukan kolaborasi erat dengan DPRD, pemerintah daerah, serta perangkat desa dan kecamatan. Ia juga menyoroti lemahnya dukungan desa terhadap program pemberdayaan, terutama karena rendahnya transparansi dalam penggunaan dana desa.
“Evaluasi perlu dilakukan agar program ke depan bisa berjalan lebih baik. Keterlibatan DPRD penting supaya ada pengawasan dan dukungan maksimal,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Sirilus berharap dialog antara DPRD dan YHS tidak berhenti sekali, tetapi dapat dilaksanakan secara rutin, bahkan langsung di lokasi kegiatan masyarakat dampingan yayasan.
Pantauan Suarajarmas.id menunjukkan, sejumlah pimpinan DPRD hadir dalam forum tersebut. Wakil Ketua I DPRD SBD Thomas Tanggu Dendo dan Wakil Ketua II Yusuf Bora tampak mendampingi jalannya diskusi. Selain itu, hadir pula para ketua fraksi, di antaranya Octavianus Dapa Talu (PDI Perjuangan), Thomas Bulu (Gerindra), Stefanus Rangga Bola (Perindo), Alfonsus Yamba Kodi (PAN), serta Bernardus Bulu (Golkar).***





























