Tambolaka, Suarajarmas.id – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Pelatihan Inkubator Bisnis bagi pemuda usia 16 hingga 30 tahun. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Sinar, Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) selama empat hari, mulai 10 hingga 13 Juni 2025.
Pelatihan ini bertujuan mencetak wirausaha muda yang inovatif dan mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah pascapandemi COVID-19.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dispora Kabupaten SBD, Yohanes Tende, yang menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi atas kepedulian terhadap generasi muda.
“Pemda Kabupaten SBD menyampaikan apresiasi yg setinggi tingginya kepada Pemerintah Provinsi NTT melalui Dispora NTT yang telah melaksanakan kegiatan pelatihan incobator bisnis untuk Wirausaha muda pemula bagi pemuda pemudi sedararatan Sumba. Harapan kami, kegiatan ini terus dikembangkan, baik dari sisi manajemen, pengemasan produk, pemasaran, maupun dukungan permodalan,” ujarnya.

Sebanyak 50 peserta dari empat kabupaten di daratan Sumba mengikuti pelatihan ini. Masing-masing kabupaten mengirimkan 10 peserta, kecuali Kabupaten SBD yang mengirimkan 20 peserta. Kegiatan ini turut dihadiri pejabat Dispora Provinsi, perwakilan Diaspora Kabupaten SBD, serta akademisi dan praktisi usaha.
Beberapa narasumber hebat dihadirkan dalam pelatihan ini. Beberapa tim pelaksana juga hadir dari Dispora NTT seperti Matius Ngadu Oli, SE, M.Hum, Rolly Elvisrony Moa, SE, Marthen O. L. Uly, SH, Dina Mariana, ST, MM, Flora Triana, S.Sos, dan Mateos Banoet, SH, serta perwakilan Dispora SBD seperti Elisabet Kaka, Yulius Ndapa Bussa, Hardy Ganggar, dan Herlina Ema Buku.
Menurut Kabid Pengembangan Pemuda Dispora NTT Matius Ngadu Oli, pelatihan ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk menanggulangi dampak sosial pandemi, khususnya bagi kalangan muda.
Data menunjukkan sekitar 25 persen penduduk NTT adalah pemuda, namun mereka masih menghadapi tantangan seperti pengangguran dan minimnya akses usaha.

“Salah satu solusi kami adalah menciptakan program-program kepemudaan yang meningkatkan daya saing, salah satunya melalui pelatihan Inkubator Bisnis ini,” katanya.
Dispora NTT berharap kegiatan ini turut mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di provinsi tersebut yang selama ini masih tergolong rendah secara nasional. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari program kerja 100 hari Gubernur NTT, dan mendukung salah satu program Dasa Cita Gubernur, yaitu pemberdayaan milenial dan perempuan.
“Kami ingin membentuk pemuda yang adaptif terhadap pasar global. Inkubator Bisnis ini adalah langkah awal menuju ekosistem usaha muda yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkas Matius.
Selama pelatihan, peserta dibimbing menyusun rencana bisnis yang matang dan membentuk kelompok usaha kecil beranggotakan maksimal lima orang.

Menurut Analis Kebijakan Ahli Muda yang menangani kegiatan Kewiraushaan Pemuda Rolly Elvisrony Moa, peserta yang telah mengikuti kegiatan inkubator bisnis ini akan di seleksi. Dan yang memenuhi syarat dan kriteria akan di berikan bantuan permodalan.
“Nanti peserta yang telah lolos untuk mendapatkan bantuan permodalan dapat mengajukan proposal ke Gubernur NTT melalui Dispora Provinsi NTT untuk mendapat bantuan permolalan tersebut dan pemdampingan dalam mengembangkan usahanya,” jelas Rolly, saat diwawancarai Suarajarmas.id, pada Selasa, 10 Juni 2025.
Program ini juga mencakup pendampingan intensif selama tiga hingga enam bulan untuk memastikan kelangsungan usaha yang dirintis. Bidang usaha yang dikembangkan mencakup pertanian, peternakan, hingga ekonomi kreatif berbasis sosial budaya.
“Kami berharap para pemuda dapat menghasilkan produk inovatif yang bisa dipasarkan secara daring maupun luring,” tambah Rolly.***(AH).-
































