Tambolaka, Suarajarmas.id – Semangat perubahan menggema kuat di Sumba Barat Daya (SBD) saat Pemerintah Kabupaten SBD bersama seluruh pemangku kepentingan resmi menandatangani Deklarasi “Stop Kekerasan, Stigma, Diskriminasi, dan Wujudkan Layanan Inklusif.”
Langkah ini menegaskan bahwa inklusivitas bukan hanya seruan moral, melainkan kewajiban bersama dalam membangun daerah yang adil dan bermartabat.
Kegiatan itu berlangsung di Aula Fortuna Convention Hall, Kota Tambolaka, Rabu (03/12/2025).
Deklarasi tersebut menjadi bukti komitmen nyata untuk menjamin penyandang disabilitas memperoleh hak yang setara dalam setiap aspek pembangunan.
Mereka tidak lagi dipandang sebagai angka dalam tabel statistik, tetapi sebagai warga negara yang memiliki martabat, kemampuan, dan potensi besar untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Dalam momentum penuh harapan itu, para pemangku kepentingan sepakat untuk meniadakan setiap bentuk kekerasan dan diskriminasi, serta memastikan layanan publik benar-benar ramah dan mudah diakses oleh semua.
Ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat budaya inklusif di Kabupaten SBD.
Kolaborasi erat antara Pemkab SBD dan Yayasan Harapan Sumba (YHS) turut menjadi katalis besar dalam upaya ini.
Bersama-sama, keduanya membuka ruang baru yang lebih terbuka, lebih peduli, dan lebih menghargai keberagaman. Langkah kecil yang mereka tempuh hari ini diyakini akan membawa dampak besar bagi masa depan pelayanan sosial yang adil dan bermartabat.
Deklarasi ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, tetapi awal dari perubahan sosial yang sesungguhnya, yang mengajak seluruh masyarakat untuk melihat, mendengar, dan berjalan bersama dalam mewujudkan SBD yang inklusif bagi semua.***






























