Bupati Sumba Tengah Tanam Kopi Robusta di Daha Elu, Target 50 Ribu Anakan Rampung Februari

Sumba Tengah, SuaraJarmas.id – Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu melakukan kunjungan kerja ke Desa Daha Elu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Senin (26/1/2026), dengan agenda penanaman anakan kopi robusta bersama Kelompok Tani Harapan Bersama.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan perkebunan kopi sebagai sektor investasi jangka panjang.

Penanaman anakan kopi robusta tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, mulai dari Staf Ahli, para Asisten, pimpinan perangkat daerah, Camat Umbu Ratu Nggay Barat, Kepala Desa Daha Elu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), hingga anggota kelompok tani.

Ketua Kelompok Tani Harapan Bersama, Doka Tara Hawu, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Bupati dan jajaran di lokasi kebun kopi.

Ia menjelaskan, lahan yang disiapkan untuk penanaman anakan kopi robusta seluas 4 hektare dengan jarak tanam sekitar 2,5 meter.

Doka juga memaparkan bahwa hingga 2025, jumlah pohon kopi yang telah berbuah mencapai 2.800 pohon. Kebun tersebut mulai dikembangkan sejak 2011 dengan penanaman awal 350 pohon di lahan 20 are dan terus berkembang hingga mencapai luas 4 hektare. Meski demikian, kelompok tani masih menghadapi kendala berupa serangan semut hitam yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Selama ini, upaya pengendalian hama masih dilakukan secara mandiri.

Selain itu, Doka berharap adanya dukungan pemerintah berupa mesin pemipil kulit kopi, mengingat proses pemipilan saat ini masih dilakukan secara manual menggunakan batu.

Dalam arahannya, Bupati Paulus S. K. Limu mengapresiasi kerja keras dan konsistensi Kelompok Tani Harapan Bersama dalam mengembangkan perkebunan kopi robusta. Ia bahkan menginisiasi agar kawasan tersebut dijadikan percontohan Sekolah Lapangan Kopi Robusta di Kabupaten Sumba Tengah.

Bupati menegaskan bahwa sektor perkebunan, khususnya kopi robusta, akan menjadi fokus pengembangan daerah karena dinilai sebagai tanaman investasi yang menjanjikan.

Ia juga menginstruksikan agar alat dan mesin pertanian dapat dialihkan dan dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani.

“Target kita, pada bulan Februari harus sudah selesai penanaman 50 ribu anakan kopi robusta,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Paulus menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat sebagai jalan keluar dari kemiskinan melalui pengembangan perkebunan kopi robusta yang berkelanjutan.

Saat ini, luas lahan kopi robusta di Kabupaten Sumba Tengah yang telah terolah mencapai 50 hektare, dengan 10 hektare di antaranya sudah tertanam.***(Asra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *