Sumba Tengah, suarajarmas.id – Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah menekan percepatan Program Penanaman Kopi Robusta (PK POM) di Kecamatan Umbu Ratu Nggay. Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu, menargetkan hingga Februari 2025, penanaman kopi telah mencapai 70 persen dan meminta seluruh desa segera menyiapkan lahan sejak dini.
Arahan tersebut disampaikan Bupati saat pertemuan bersama lima kepala desa Lenang, Soru, Praikaroku Jangga, Ngadu Olu, dan Mbilur Pangadu, Ketua Gapoktan, Ketua Poktan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), tokoh masyarakat, Camat dan Sekretaris Camat Umbu Ratu Nggay, di Kantor Camat Umbu Ratu Nggay, Kamis (22/1/2025).
Hadir pula Kepala Kesbangpol Kabupaten Sumba Tengah serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.
Camat Umbu Ratu Nggay, Enos Kala Opung, menekankan agar para kepala desa melalui PPL, Poktan, Gapoktan, tokoh masyarakat, serta ASN di masing-masing desa segera mempersiapkan lahan sesuai kemampuan yang ada.
Sementara itu, Bupati Paulus S. K. Limu menegaskan pentingnya keteladanan pemimpin dan berharap pada periode Januari hingga Maret sudah menerima undangan launching Program PK POM.
Ia juga menekankan bahwa data 500 kepala keluarga penerima manfaat PK POM harus bersumber dari data dan rekomendasi kepala desa, serta meminta lima desa mulai menyiapkan lahan sejak sekarang.
“Target kita pada Februari, kopi sudah tertanam 70 persen. Kepala desa harus menggerakkan masyarakat, khususnya para petani, melalui semangat gotong royong untuk menyiapkan lahan,” tegas Bupati.
Bupati mengajak seluruh pihak mengubah pola pikir dari satu kali tanam menjadi seribu kali panen. Target setiap desa adalah menanam 3.000 pohon kopi atau sekitar tiga hektare lahan. Namun, secara realistis, siapa pun yang telah siap lahan dan memiliki pupuk, itulah yang akan menerima anakan kopi.
Ia juga menegaskan akan turun langsung menanam kopi dan membawa sendiri anakan kopi dengan syarat lahan benar-benar siap, sebagai bentuk keteladanan dan upaya mendorong pertanian berkelanjutan. Anakan kopi yang telah ditanam akan dipantau secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan pembentukan Komunitas Sejuta Robusta dengan target 100 orang yang memiliki niat dan kemauan bekerja serta menyiapkan lahan penanaman pada November tahun ini. Mereka diharapkan menjadi pionir dan teladan.
“Jika para pionir ini berhasil, maka Sumba Tengah akan menjadi daerah yang sejahtera,” pungkasnya.***( Asra )































