Bupati SBD Tegaskan Optimalisasi Produk Lokal dalam MBG, Angkat Gairah Petani dan Peternak

Tambolaka, Suarajarmas.id – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan gizi anak sekolah, tetapi juga harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui pemanfaatan produk bahan lokal.

Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program MBG di Aula Bupati SBD, Kamis (20/11/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Koordinator MBG Kabupaten, Kepala Puskesmas Watukawula, para Ketua Yayasan, Kepala SPPI, serta para kepala sekolah penerima manfaat.

Bupati menjelaskan bahwa MBG, sebagai quick win Presiden Prabowo, menyasar pemenuhan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Namun di tingkat daerah, ia menekankan pentingnya memastikan bahan baku makanan bersumber dari petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM lokal.

“Program MBG bukan hanya memberikan makanan, tetapi langkah nyata meningkatkan kualitas SDM. Dengan memanfaatkan produk lokal, kita memastikan makanan lebih segar, aman, dan sekaligus menghidupkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menerangkan bahwa penggunaan sayur-mayur lokal, telur hasil peternak daerah, ikan dari nelayan, serta umbi-umbian petani desa akan memperkuat rantai pasok yang saling menguntungkan, gizi anak terpenuhi, sementara petani dan peternak memiliki pasar yang stabil.

Karena itu, Bupati meminta SPPG, sekolah, dan yayasan memastikan kualitas makanan, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi.

Terkait dua kasus KLB keracunan makanan pada Juli dan November, Bupati memerintahkan evaluasi menyeluruh agar pengawasan terhadap bahan pangan, terutama produk lokal, lebih ketat.

Ia menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang bergerak cepat menangani siswa terdampak, dan menegaskan bahwa Satgas MBG akan terus melakukan monitoring berkala untuk memastikan keamanan setiap bahan yang digunakan.

Bupati juga menyebutkan bahwa optimalnya pengoperasian 65 dapur MBG akan meningkatkan perputaran uang di dalam daerah dan memberi dampak langsung bagi pemenuhan gizi anak PAUD, SD, SMP, SMA, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Ia berharap MBG mampu mendorong ekonomi masyarakat dan memacu semangat petani.

Bupati meminta seluruh dapur MBG memprioritaskan bahan pokok dari petani lokal, mengingat produksi hortikultura di banyak kelompok tani telah menunjukkan peningkatan.

Ia juga menginstruksikan dapur penyedia MBG menjalin komunikasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan untuk mengetahui titik kelompok tani penerima bantuan hortikultura, ternak, sehingga hasil panen dapat diserap secara optimal.

Langkah ini, tegasnya, merupakan bagian penting dari upaya saling mendukung agar petani tidak lagi khawatir soal pasar dan semakin bersemangat meningkatkan produksi.

“Mari kita bekerja bersama agar MBG berjalan baik, aman, dan memberi manfaat ganda; gizi anak terpenuhi, ekonomi petani dan peternak Sumba Barat Daya ikut bergerak,” tutup Bupati.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *