Tambolaka, Suarajarmas.id – Bantuan sosial triwulan II kembali disalurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya (SBD) kepada ratusan keluarga penerima manfaat sebagai bagian penguatan perlindungan masyarakat miskin.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Desa Watukawula, Kecamatan Kota Tambolaka, Senin (14/07/2025), dan dipimpin langsung oleh Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla.
Sebanyak 608 KPM tercatat menerima bantuan dengan rincian 36 KPM memperoleh manfaat PKH, sementara 405 KPM menerima paket sembako dan stimulus yang teralokasi melalui anggaran nasional.
Penerima lainnya berjumlah 167 KPM dengan kombinasi bantuan, sesuai basis data terintegrasi yang dikelola pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan kemiskinan.
Program ini dilaksanakan melalui koordinasi Dinas Sosial SBD bersama PT Pos Indonesia dan pemerintah desa yang memastikan data penerima diverifikasi serta disalurkan tepat sasaran.
Total bantuan sosial tahun 2025 di Sumba Barat Daya mencapai Rp61,772 miliar, menjangkau 50.305 KPM di 11 kecamatan, 173 desa, dan 2 kelurahan.
Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa bantuan harus dibelanjakan untuk kebutuhan prioritas, terutama pangan dan pendidikan anak yang menjadi komponen utama peningkatan kualitas hidup keluarga.
Ia menyampaikan bahwa bantuan tidak dimaksudkan menciptakan ketergantungan, melainkan mendorong produktivitas, penguatan ekonomi rumah tangga, dan penurunan angka kemiskinan ekstrem.
Pendekatan ini sejalan dengan strategi nasional yang menekankan percepatan penanganan kemiskinan berbasis data valid dan monitoring berkala dari setiap perangkat layanan sosial daerah.
Upaya kolaboratif tersebut diharapkan memperkuat ketahanan masyarakat serta membuka peluang peningkatan pendapatan melalui kegiatan usaha mikro yang terus digalakkan pemerintah.
Pemkab SBD memastikan penyaluran triwulan berikutnya akan tetap diawasi secara ketat melalui pendamping sosial yang bertugas memantau pemanfaatan bantuan di tingkat keluarga.
Pemerintah juga menilai program ini sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi di wilayah SBD.
“Saya berharap program ini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi di Sumba Barat Daya,” tegas Bupati.***
































