Wewewa Tengah, Suarajarmas.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya (SBD) terus memperkuat upaya penurunan angka stunting melalui berbagai intervensi yang menyentuh langsung kebutuhan gizi keluarga.
Selain edukasi dan sosialisasi, pemerintah juga fokus pada pemenuhan gizi ibu hamil dan balita melalui pemberian ASI eksklusif, penyediaan MPASI bergizi sejak usia 6 bulan, pemeriksaan kehamilan rutin, imunisasi lengkap, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.
Sebagai langkah nyata, Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, menyerahkan bantuan ternak bebek kepada anak-anak stunting di Desa Mareda Wuni, Kecamatan Wewewa Tengah, Jumat (21/11/2025).
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Peternakan Agustinus Pandak, Camat Wewewa Tengah Yohanes Pageru, Pj. Kepala Desa Mareda Wuni Dominggus Bulu, Kepala Puskesmas Tanggaba, para kader Posyandu, serta keluarga penerima bantuan.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 38 anak menerima bantuan secara simbolis, dari total 228 ekor bebek yang dialokasikan untuk 222 anak di desa tersebut.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa stunting adalah persoalan serius yang memengaruhi tumbuh kembang anak, baik dari sisi fisik maupun kecerdasan.
Karena itu, berbagai program intervensi terus diperkuat agar anak-anak Sumba Barat Daya tumbuh menjadi generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.
“Bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Daerah untuk memastikan anak-anak kita tumbuh sehat. Kami berharap orang tua merawat ternak bebek ini dengan baik dan memanfaatkan hasilnya, terutama telur, untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola asuh yang baik, menjaga kebersihan lingkungan, serta memanfaatkan fasilitas kesehatan secara maksimal.
Bupati berharap bantuan ternak bebek ini bukan hanya meningkatkan pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, sehingga upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif.
“Keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama antara pemerintah, Puskesmas, kader, dan keluarga. Mari kita bergandengan tangan mewujudkan Sumba Barat Daya yang sehat, cerdas, dan berketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.***






























