Bupati SBD Pimpin Rakor MBG: Evaluasi Kualitas Menu dan Target Pembangunan 40 Dapur Baru

Tambolaka, Suarajarmas.id – Evaluasi Program Makanan Bergizi Gratis kembali dipertegas Pemerintah Sumba Barat Daya (SBD) melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla.

Rapat koordinasi percepatan Program MBG digelar di Aula Kantor Bupati, belum lama ini, dengan menghadirkan perangkat daerah dan SPPG.

Bupati Ratu Wulla menekankan pentingnya pengawasan penuh terhadap standar gizi setelah insiden keracunan yang terjadi di beberapa sekolah.

Ia menyatakan kualitas pangan tidak boleh dikompromikan karena program MBG dirancang membentuk generasi sehat serta menekan angka stunting di daerah.

Pengawasan rantai penyediaan makanan dari hulu hingga hilir kembali diperintahkan untuk menjaga keamanan konsumsi siswa penerima manfaat.

“Program MBG adalah komitmen kita untuk menciptakan generasi Sumba Barat Daya yang sehat dan cerdas, bebas dari stunting. tidak ada kompromi terhadap kwalitas pangan. Pengawasan dari hulu ke hilir harus diperkuat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG melaporkan kapasitas dapur sentral saat ini masih terbatas sementara jumlah siswa penerima program terus bertambah setiap bulannya.

SBD hanya memiliki beberapa dapur yang melayani ribuan siswa sehingga pemerataan layanan belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah kecamatan.

Menanggapi itu, Bupati menginstruksikan percepatan pembangunan empat puluh hingga lima puluh dapur baru agar distribusi makanan semakin merata.

Instruksi itu diberikan untuk memastikan tidak ada desa penerima manfaat yang kesulitan memperoleh suplai makanan bergizi setiap hari sekolah.

Rakor juga menyoroti persoalan logistik, terutama pasokan sayur segar yang masih didatangkan dari luar Sumba dan memicu biaya distribusi tinggi.

Bupati mendorong optimalisasi pertanian lokal agar kelompok tani mampu menjadi pemasok utama bahan baku bagi dapur Program MBG.

Ia meminta Dinas Pertanian serta Dinas Koperasi mempercepat pendataan dan pelatihan kelompok tani yang berpotensi memasok kebutuhan harian program.

Di sisi lain, evaluasi terbaru menunjukkan peningkatan signifikan kehadiran siswa di sejumlah sekolah, termasuk SD Katolik Wee Pangali.

Program MBG menjadi salah satu pemicu semangat belajar karena siswa memperoleh jaminan konsumsi makanan bergizi setiap hari sekolah.

Rapat diakhiri dengan komitmen penyusunan rencana aksi terperinci untuk memperbaiki infrastruktur, logistik, dan pengawasan keamanan pangan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *