Tambolaka, SuaraJarmas.id – Upaya membangun generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi dampak perubahan iklim memasuki babak baru di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).
Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla secara resmi membuka Kick-Off Program “Generasi Ready” (Genre) yang digagas oleh Yayasan CIS Timor bekerja sama dengan Save the Children, dengan dukungan Pemerintah Australia melalui Australian NGO Cooperation Program (ANCP).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Sumba Sejahtera, Selasa (4/11/2025), turut dihadiri oleh Ketua Komisi I DPRD SBD Octavianus Dapa Talu, Kepala Bapperida Octavianus Dapadeda, para pimpinan OPD lintas sektor lingkup Pemkab SBD, Project Manager Save the Children Kupang Yosep Molan Tapun, Program Manager Genre Imelda Adu, para camat, delapan kepala sekolah dampingan program, serta sejumlah pimpinan LSM di SBD.
Program Generasi Ready dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan anak-anak melalui pendekatan berbasis sekolah dan komunitas.
Program ini mengintegrasikan permainan edukatif kesiapsiagaan bencana, penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), serta pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA).
Seluruh kegiatan tersebut sejalan dengan kurikulum nasional tentang pendidikan perubahan iklim dan mitigasi bencana.
Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla menyampaikan apresiasi tinggi kepada para mitra yang menggagas program ini, sembari menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun masa depan anak-anak Sumba Barat Daya.
“Program ini bukan sekadar proyek, tetapi komitmen bersama untuk melindungi masa depan anak-anak kita. Sejak 2021, kita sudah berkomitmen menjadikan Sumba Barat Daya sebagai kota layak anak dan kota ramah anak. Tapi itu tidak akan tercapai jika kita berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan agar semua pihak melepaskan ego sektoral dan membangun sinergi nyata.
“Kolaborasi bukan hanya slogan. Pemerintah, DPRD, masyarakat, dan mitra pembangunan harus duduk bersama. Kita harus tahu ke mana arah pembangunan daerah ini. Komitmen itulah yang akan membawa perubahan nyata,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya monitoring dan evaluasi (monev) sebagai ukuran keberhasilan program, serta partisipasi aktif masyarakat sebagai kunci keberlanjutan.
“Kesiapsiagaan bukan sekadar kebijakan, tapi budaya yang harus kita bangun bersama. Partisipasi masyarakat sangat penting agar kesadaran tumbuh dari bawah,” tandasnya.
Sementara itu, Imelda Adu, selaku Program Manager Genre, menjelaskan bahwa program ini akan mendampingi delapan sekolah di enam desa selama periode Oktober 2025 hingga Juli 2027.
“Kami membawa pendekatan yang berpusat pada anak dengan melibatkan para ibu sebagai penggerak di tingkat keluarga dan komunitas. Kami ingin memastikan anak-anak tumbuh dengan pengetahuan dan kesiapan menghadapi ancaman perubahan iklim dan bencana hidrometeorologis,” ujarnya.
Dikesempatan yang dari Save the Children, Yosep Molan Tapun menegaskan bahwa anak-anak di wilayah pesisir menjadi fokus utama program ini.
“Kami ingin memastikan kesiapsiagaan dimulai sejak di sekolah. Kehadiran para pemimpin dan masyarakat hari ini menunjukkan bahwa kita semua siap berjalan bersama selama dua tahun ke depan untuk melindungi masa depan anak-anak kita,” ungkapnya penuh semangat.
Program Generasi Ready sebelumnya telah diluncurkan di Kabupaten Kupang pada 21 Oktober 2025, dan kini hadir di Sumba Barat Daya sebagai bagian dari perluasan kerja sama lintas daerah.
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan optimisme, menandai awal perjalanan dua tahun penuh harapan menuju generasi muda Sumba Barat Daya yang lebih siap, tangguh, dan berdaya menghadapi tantangan iklim di masa depan.***
































