Tambolaka, Suarajarmas.id — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menggelar rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno 2025 di empat kabupaten di daratan Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang meliputi bidang pendidikan dan bakti sosial.
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Jumat, 11 Juli 2025, Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPP PDI Perjuangan, MY Esti Wijayati, menjelaskan bahwa bulan Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno karena terdapat tiga peristiwa penting terkait Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Ketiga peristiwa tersebut adalah kelahiran Pancasila pada 1 Juni 1945, kelahiran Bung Karno pada 6 Juni 1901, dan wafatnya pada 21 Juni 1970.
“Peringatan Bulan Bung Karno menjadi momentum untuk mengenang warisan pemikiran dan perjuangan Bung Karno serta memperkuat nilai-nilai Pancasila,” ujar Esti.
Tahun ini, Bulan Bung Karno memiliki makna yang semakin mendalam karena bertepatan dengan 80 tahun kelahiran Pancasila, 124 tahun kelahiran Bung Karno, dan 55 tahun wafatnya sang Proklamator. Melalui Surat Keputusan DPP Nomor: 1757/KPTS/DPP/V/2025, sejumlah program dijalankan sebagai bentuk nyata keberpihakan PDI Perjuangan kepada rakyat.

Program pendidikan di Sumba diwujudkan melalui penyerahan dua unit sepeda motor perpustakaan keliling untuk Desa Kapaka Mandeta (Kodi) dan Desa Weri Lolo (Wewewa Selatan), Kabupaten SBD. Selain itu, disalurkan juga akses bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi Komisi X DPR RI bagi 2.000 siswa SD di seluruh daratan Sumba.
Di bidang bakti sosial, partai berlambang banteng moncong putih ini membagikan 2.000 paket sembako untuk masyarakat kurang mampu di empat kabupaten. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kelompok masyarakat yang tergolong kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.
Penyaluran bantuan dilakukan di lima titik lokasi, yakni Desa Kapaka Mandeta dan Desa Weri Lolo (SBD), Kantor DPC PDI Perjuangan Sumba Barat, Gedung Gereja GKS Jemaat Anamanu (Sumba Tengah), dan Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, Waingapu (Sumba Timur).
Kegiatan ini selaras dengan pesan Bung Karno bahwa “pendidikan adalah cikal bakal keberhasilan sebuah bangsa” dan masa depan bangsa berada di tangan anak-anak. Data BPS menunjukkan tingkat literasi di wilayah Sumba masih tertinggal dari rata-rata nasional, sehingga keterlibatan berbagai pihak termasuk partai politik menjadi krusial.

Sementara itu, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menekankan pentingnya membangun kebersatuan dan hubungan erat dengan rakyat, yang oleh Bung Karno disebut sebagai bounding. “Bounding menggambarkan ikatan senasib sepenanggungan, di mana rakyat memberikan kekuatan kepada pemimpin, dan pemimpin mengarahkan perjuangan menuju masa depan,” kata Megawati dalam pesannya.
Bulan Bung Karno 2025 mengusung tema “Setialah Kepada Sumbermu” dengan subtema “Kekuatan Kita Harus Tetap Bersumber Kepada Kekuatan Rakyat, Tetap Apinya Semangat Rakyat.”
Hadir dalam kegiatan ini sejumlah pengurus DPP PDI Perjuangan, antara lain Tri Rismaharini (Ketua Bidang Kebudayaan dan Penanggulangan Bencana), Ribka Tjiptaning (Ketua Bidang Kesehatan), Sri Rahayu (Ketua Bidang Jaminan Sosial), serta Yuke Yurike (Wakil Bendahara Bidang Eksternal).
Dengan kegiatan ini, PDI Perjuangan ingin memastikan bahwa semangat Bung Karno tetap hidup dalam aksi nyata di tengah rakyat, serta mengajak seluruh elemen bangsa untuk setia pada sumber kekuatannya: rakyat Indonesia.***





























