Tambolaka, Suarajarmas.id – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, secara resmi membuka pelatihan pewarnaan alami untuk tenun ikat yang berlangsung di Aula Ro’o Luwa, Desa Wee Londa, Kota Tambolaka, Rabu (26/11/2025) pagi.
Kegiatan bertema “Menenun dan Menghidupi Tradisi” ini diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Dekranasda, dan menjadi bagian dari rangkaian Festival Kampung Situs Manola yang telah digelar sebelumnya.
Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa pengetahuan mengenai pewarnaan alami merupakan bagian penting dari warisan budaya Sumba yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Melalui pelatihan ini kita ingin memastikan pengetahuan pewarnaan alami tidak hilang, tetapi semakin berkembang. Pengelolaan tanaman pewarna juga harus dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 50 penenun dari 11 kecamatan se-Kabupaten SBD. Hadir pula perwakilan Direktorat Sarana dan Prasarana Kebudayaan Rosalina Zweidhika, Kabid Kebudayaan pada Dinas Pendidikan, Wakil Ketua Dekranasda Lambertus Todo, serta Sekretaris TP PKK Jack Keremata.
Bupati Ratu Wulla dalam kesempatan itu menekankan pentingnya pemberdayaan pelaku usaha tenun, pelestarian kearifan lokal, serta regenerasi penenun muda agar tradisi tenun ikat tetap hidup dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.
“Tenun adalah warisan leluhur yang harus terus hidup. Pewarnaan alami tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah tinggi dan sangat diminati pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan Direktorat Sarana dan Prasarana Kebudayaan, Rosalina, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten SBD dalam menjaga keberlanjutan tradisi tenun ikat Sumba yang telah dikenal hingga mancanegara.
“Kami mengapresiasi upaya Kabupaten Sumba Barat Daya untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang ada,” ungkapnya.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas para penenun dalam teknik pewarnaan alami sekaligus meningkatkan kualitas produk tenun SBD agar memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar lokal maupun nasional.***
































