Awas! Menjelang Natal di Sumba Barat Daya, Perempuan Paling Rentan Terkena Risiko HIV

Tambolaka, SuaraJarmas.id – Menjelang Natal, ketika banyak keluarga bersiap menyambut sukacita, sebagian perempuan di Sumba Barat Daya justru memikul beban batin yang tersembunyi.

Mawar (nama samaran) datang mendampingi suaminya ke Rumah Sakit Karitas Weetabula dengan harapan kabar baik. Kenyataannya, sang suami terinfeksi HIV. Ia terdiam, air mata menetes, belum siap menghadapi pemeriksaan sendiri.

“Saya ingin merayakan Natal dengan tenang dan bahagia,” ujarnya pelan, sambil menahan tangis.

Kisah Mawar mencerminkan kenyataan banyak perempuan di daerah ini. Mereka sering menjadi pihak terakhir yang mengetahui kondisi pasangan, namun paling terdampak ketika risiko muncul.

Kurangnya komunikasi, informasi terbatas, dan minimnya ruang untuk melindungi diri membuat perempuan rentan, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat menjelang Natal.

Berdasarkan diskusi SuaraJarmas dengan Konselor VCT Sahabat Karitas Weetabula, 19 Desember 2025, kasus seperti Mawar bukanlah tunggal. Banyak perempuan baru mengetahui kondisi kesehatan pasangan setelah risiko muncul, dan sering kali tidak memiliki akses atau ruang untuk melindungi diri.

Banyak pihak yang peduli dengan kondisi ini menekankan, penanganan HIV tidak cukup hanya melalui pemeriksaan dan pengobatan. Dibutuhkan layanan ramah, pendampingan keluarga, serta informasi yang mudah dipahami. Lebih dari itu, perempuan harus diberi ruang dan hak untuk menjaga kesehatan diri sendiri.

Natal seharusnya menjadi waktu untuk merayakan kebahagiaan bersama Tuhan dan wujud syukur atas kehidupan. Namun bagi sebagian perempuan di Sumba Barat Daya, Natal datang bersamaan dengan kecemasan yang tersimpan dalam diam.

Kisah Mawar menjadi pengingat penting, kesehatan dan keadilan dalam keluarga tidak bisa dipisahkan.***(ah)

 

Identitas seluruh pihak disamarkan untuk melindungi privasi dan martabat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *