
Tambolaka, SuaraJarmas.id — Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dari Partai Gerindra, Thomas Bulu, S.P, menggelar reses masa sidang II di Kampung Kalowo Dana RT 16, Kelurahan Weetabula, Kecamatan Kota Tambolaka, Sabtu (23/8/2025).
Reses ini merupakan titik kedua setelah sebelumnya digelar di Desa Weelonda. Kegiatan kali ini dipandu oleh Ansel dari Sekretariat Dewan.
“Kami dari Sekretariat Dewan mendampingi Bapak dewan yang melaksanakan reses di wilayah Dapil 1 Kecamatan Kota dan Loura,” jelas Ansel dalam pembukaan.
Ia juga bersyukur titik ini dijadikan lokasi reses sehingga masyarakat memiliki kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung.

Dalam kesempatan itu, Thomas Bulu menekankan keterbatasan anggaran pokok pikiran (Pokir) yang harus dialokasikan secara efisien dan tepat sasaran.
“Dengan dana Pokir yang terbatas, kita harus melihat apa yang benar-benar prioritas dan berdampak secara sosial maupun ekonomi,” ujar Legislator Gerindra tersebut.
Ia menambahkan, jika anggaran daerah tidak mencukupi, usulan masyarakat bisa diperjuangkan melalui jalur lain, baik lewat jaringan partai maupun pemerintah melalui proposal.
Senada, Kabag Penganggaran dan Pengawasan (Ranwas) DPRD, Monika Danur, menegaskan pentingnya aspirasi masyarakat.
“Apa yang menjadi usulan harus benar-benar bisa dirasakan manfaatnya bagi banyak orang,” katanya.
Masyarakat Kalowo Dana menyambut baik kegiatan reses ini. Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi karena baru kali ini ada anggota dewan turun langsung menemui warga di luar masa kampanye.
“Puji Tuhan, hari ini ada anggota dewan yang datang mendengar langsung aspirasi kami,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, masyarakat mengusulkan berbagai kebutuhan, seperti hand traktor, benih unggul, perbaikan jalan Dusun 3 menuju SD Weetabula 2, penerangan jalan, rumah layak huni, bibit hortikultura, bantuan usaha produktif, hingga beasiswa.
Menanggapi hal itu, Thomas menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen memperjuangkan aspirasi warga meski beberapa infrastruktur sempat dihapus karena efisiensi anggaran.
“Air bersih, jalan, beasiswa, dan usaha kelompok produktif tetap akan kita upayakan menjadi prioritas,” tegasnya.
Menutup pertemuan, Thomas Bulu mengajak warga untuk menyepakati pembangunan sumur bor sebagai prioritas utama penyediaan air bersih, sekaligus memperkuat kelompok usaha produktif di bidang hortikultura sebagai penopang ekonomi masyarakat.


























