Tambolaka, Suarajarmas.id – Yayasan Permata Kasih Sejati secara resmi melantik Ester Dapa Leba sebagai Kepala Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Tambolaka.
Pengambilan sumpah dan janji jabatan digelar di Aula sekolah yang berlokasi di Jalan Lintas Waitabula-Waikabubak, Weekokora, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), pada Jumat, 6 Juni 2025.
Ketua Yayasan Permata Kasih Sejati, Welem M. Lingu, menyampaikan bahwa pengangkatan ini merupakan proses lanjutan dari pengabdian Ester Dapa Leba yang sebelumnya telah menjabat di posisi yang sama.
Menurutnya, pengangkatan ini bukanlah penggantian kepala sekolah dalam arti sebenarnya, melainkan penegasan kembali posisi Ester setelah menyelesaikan masa tugas sebagai Aparatur Sipil Negara di bawah Kementerian Agama.
“SMTK ini berada di bawah Kemenag, dan Ibu Ester sebelumnya adalah PNS yang ditempatkan di sini. Setelah purna tugas, kami melakukan proses ulang untuk menetapkan beliau kembali karena kami melihat kinerja dan komitmennya yang luar biasa,” jelas Welem.
Welem menambahkan, pihak yayasan mempertimbangkan sejumlah faktor dalam memilih kembali Ester sebagai kepala sekolah. Selain pengalaman dan kemampuan manajerialnya, Ester dinilai memiliki hubungan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, termasuk lembaga, stakeholder, dan masyarakat sekitar.

Selama memimpin, Ester telah menunjukkan prestasi yang signifikan dalam memajukan sekolah, meskipun tantangan masih banyak dihadapi. Ia juga dinilai sehat secara fisik dan mental untuk kembali mengemban amanah tersebut pada tahun ajaran 2025–2026.
Lebih lanjut, Welem menyampaikan harapan besar terhadap kepemimpinan Ester, terutama dalam membina semangat pelayanan dan meningkatkan fasilitas pendidikan di sekolah keagamaan seperti SMTK Tambolaka. Ia menekankan pentingnya ketaatan terhadap firman Tuhan serta peraturan yang berlaku, baik hukum negara maupun aturan gereja.
“Kita ingin ke depan SMTK ini semakin maju dan menjadi contoh dalam pendidikan berbasis iman. Kami juga berharap guru-guru tetap setia menjalankan tugas sebagai panggilan, dan siswa-siswi didorong terus berkembang dengan dukungan keluarga dan masyarakat,” imbuhnya.
Yayasan Permata Kasih Sejati juga berkomitmen untuk terus mengembangkan lembaga pendidikan di wilayah ini. Rencana pengembangan mencakup jenjang pendidikan dari PAUD hingga tingkat menengah atas, termasuk SMTK, SMP, dan SMA. Namun, Welem mengakui bahwa pengembangan ini membutuhkan dukungan lahan, sumber daya manusia, dan fasilitas yang memadai.
“Cita-cita kami adalah memajukan daerah ini lewat pendidikan. Kami akan terus berusaha untuk mewujudkannya,” harapnya.
Sementara itu, Ester Dapa Leba yang kembali dipercaya memimpin SMTK Tambolaka mengaku terharu dan bersemangat melanjutkan tanggung jawab tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa meskipun telah memasuki masa pensiun, kepercayaan yang diberikan yayasan membuatnya semakin berkomitmen membangun sekolah ini ke arah yang lebih baik.

“Saya bersyukur dan berkesan dengan kepercayaan ini. Dari masa purna bhakti, saya kembali dipilih memimpin, dan itu berarti saya masih punya tugas besar untuk mendorong perkembangan lembaga ini,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa visinya ke depan adalah menjadikan SMTK Tambolaka sebagai sekolah yang unggul dan menjadi panutan bagi sekolah-sekolah lain.
“Saya punya kerinduan agar sekolah ini menjadi sekolah yang eksis dan menjadi contoh. Itu harapan saya. Secara manusiawi mungkin terasa berat, tapi saya percaya kalau berjalan bersama Tuhan, pasti ada jalan terbaik,” lanjutnya.
Ester juga menekankan pentingnya peran para guru dalam mewujudkan visi tersebut. Ia berharap para tenaga pendidik semakin termotivasi dan bekerja secara optimal agar nama baik SMTK Tambolaka terus dikenal masyarakat luas.
“Bapak Ibu Guru harus terus dipacu semangatnya. Mereka harus bekerja maksimal agar lembaga ini semakin diakui dan dihargai,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ester mengajak seluruh elemen, mulai dari masyarakat, siswa, guru, hingga pemerintah daerah untuk bersama-sama mendukung perkembangan sekolah. Ia juga menyoroti pentingnya peran Kementerian Agama dan Gereja Kristen Sumba dalam mendampingi lembaga pendidikan keagamaan.
“Sekolah ini tidak boleh diam atau stagnan. Harus terus berkembang. Itu hanya bisa tercapai dengan dukungan semua pihak, baik masyarakat, guru, siswa, pemerintah, maupun gereja. Terutama Gereja Kristen Sumba yang selalu mendukung dan memberikan rekomendasi. Kami sangat bersyukur untuk itu,” tutup Ester.
Pantauan Suarajarmas.id, hadir pula dalam acara tersebut Wakil Ketua DPRD SBD, Yusuf Bora, Ketua Komisi I DPRD SBD, Octavianus Dapa Talu, Anggota DPRD SBD, Daud Lende Taka, Kakan Kemenag SBD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Para Guru, Siswa, dan Orang Tua Murid.***(AH).-


























