Dari Alsintan hingga Agroindustri: Bupati Ratu Wulla dan Wabup Angga Kaka Komitmen Bangun Masa Depan Petani SBD

Tambolaka, Suarajarmas.id – Bagi sebagian orang, alat dan mesin pertanian mungkin hanya dianggap sebagai sarana untuk meningkatkan produksi. Namun bagi Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Ratu Ngadu Bonu Wulla dan Dominikus Alphawan Rangga Kaka, bantuan alsintan lebih dari sekadar alat.

Mereka melihatnya sebagai jembatan masa depan, sebuah harapan baru yang membuka kesempatan bagi keluarga petani untuk hidup lebih sejahtera dan mampu menyekolahkan anak-anak mereka ke tingkat yang lebih tinggi.

Pemerintah Kabupaten SBD menegaskan bahwa bantuan alsintan bukan sekadar program rutin, melainkan upaya konkret memperkuat pertanian di daerah.

Mayoritas masyarakat SBD hidup sebagai petani dan peternak, sehingga pemerintah merasa berkewajiban hadir dengan dukungan yang benar-benar menyentuh kebutuhan mereka.

Bantuan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi strategis untuk mendukung ketahanan pangan serta mewujudkan program swasembada nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat. Kami berkomitmen memberikan motivasi, dukungan, dan memfasilitasi setiap persoalan masyarakat,” tegas Bupati Ratu Wulla.

Bantuan Alsintan yang Sudah Disalurkan Pemkab SBD

Hingga saat ini, berbagai bantuan telah diberikan kepada kelompok tani di seluruh kecamatan, antara lain:

  1. Traktor: 44 unit
  2. Mesin potong rumput: 21 unit
  3. Mesin pompa air: 2 unit
  4. Mesin rontok padi: 17 unit
  5. Mesin giling jagung: 39 unit
  6. Herbisida: 1.146 liter
  7. Handsprayer: 195 unit
  8. Benih padi dan jagung

Adapun bantuan yang masih dalam proses pengadaan:

  1. Combine harvester: 2 unit
  2. Traktor besar: 4 unit
  3. Herbisida APBN untuk mendukung program tu oang silip padi gogo: 11.514 liter bagi 561 kelompok tani di 7 kecamatan.

Pertanian Berbasis Listrik: Harapan Baru untuk Produktivitas

Selain bantuan alsintan, Pemkab SBD juga mendorong inovasi lewat Program Pertanian Berbasis Listrik. Program ini dijalankan melalui kerja sama lintas sektor dan telah memberikan manfaat nyata, khususnya dalam menyediakan air pertanian yang lebih stabil dan efisien.

Hingga kini, total 7 unit sumur bor telah diresmikan pada masa pemerintahan Bupati Ratu Wulla dan Wakil Bupati Angga Kaka. 3 unit sudah tuntas dan berfungsi, 4 unit lainnya sedang dalam proses pekerjaan. Sementra itu, sebaran sumur bor berada di:

  1. Desa Kadipada (2 unit)
  2. Desa Watu Kawula (1 unit)
  3. Desa Waimangura (2 unit)
  4. Desa Wee Rena (1 unit)
  5. Kelurahan Langgalero (1 unit)

Teknologi berbasis listrik ini diharapkan menjadi langkah besar menuju pertanian modern, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten SBD.

Sinergi Pertanian dan UMKM

Pemkab SBD tidak hanya fokus pada produksi pertanian, tetapi juga pada hilirisasi dan penguatan UMKM. Beberapa kelompok dampingan kini difasilitasi agar mampu masuk ke dunia agroindustri, sejalan dengan program provinsi One Village One Product.

Tahun ini, pemerintah sedang mendorong tiga kelompok UMKM untuk memproduksi saus tomat, sementara kelompok tani di sekitarnya diarahkan menjadi pemasok bahan baku. Para pelaku UMKM juga telah mendapat pelatihan pengolahan, produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *