Tambolaka, Suarajarmas.id – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, kembali mengangkat sebuah ungkapan yang spontan bernakna penuh apresiasi “The Power of Mak-Mak.”
Ungkapan tersebut muncul saat Bupati memberikan arahan kepada mama mama penenun saat mengikuti pelatihan pewarnaan alami untuk tenun di Aula Ro’o Luwa, Desa Wee Londa, Kota Tambolaka, Rabu (26/11/2025).
Bagi Ratu Wulla, ungkapan itu bukan sekadar celetukan atau slogan, tetapi pengakuan atas kekuatan perempuan Sumba, kekuatan yang sering bekerja dalam diam, namun menjadi penopang utama ekonomi keluarga dari waktu ke waktu.
“Mama-mama adalah penentu keberhasilan dalam sebuah rumah tangga. Kalau perempuan bergerak, bekerja dengan kuat dan penuh semangat, ekonomi keluarga pasti bangkit. The Power of Mak-Mak itu nyata,” tegasnya.
Ia melihat para mama bukan hanya sebagai penenun kain, tetapi penenun harapan. Lewat pelatihan pewarnaan alami ini, Bupati ingin membuka ruang baru bagi kreativitas dan keberanian mereka.
Setiap warna yang dihasilkan, katanya, adalah cermin dari ketekunan yang melekat dalam hidup para perempuan Sumba.
Bupati Ratu Wula juga mengingatkan bahwa kebangkitan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan bantuan pemerintah.
Kreativitas, kemauan belajar, dan keberanian untuk mencoba hal baru menjadi kunci agar karya tenun Sumba mampu berdiri tegak dalam persaingan pasar.
“Untuk ekonomi kita bisa bangkit, kita harus berpikir kreatif. Manfaatkan potensi yang ada, perkuat jaringan, dan tingkatkan kemampuan teknis. Pemerintah bergerak cepat, dan kita berharap ada respon yang sama dari masyarakat,” tambahnya.
Dengan semangat ini, Bupati Ratu Wulla yakin para perempuan yang hadir dalam pelatihan ini akan menjadi garda terdepan dalam menguatkan ekonomi keluarga sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya tenun SBD.***


























