
Tambolaka, SuaraJarmas.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Youth Campaign bagi pemuda usia 16–30 tahun.
Kegiatan ini berlangsung pada 18–20 September 2025 di Hotel Sumba Sejahtera, Kabupaten Sumba Barat Daya, dan diikuti 40 peserta dari 3 kabupaten se-Daratan Sumba, (Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Dan Sumba Tengah).

Mengusung tagline “Mari Kita Bangkit, Bergerak, dan Bersatu untuk NTT Maju”,
Bimtek ini menjadi ruang penguatan kapasitas, kreativitas, sekaligus kepemimpinan generasi muda.
Para peserta dibekali materi kepemimpinan, kewirausahaan, hingga strategi kampanye kreatif untuk menyuarakan isu-isu penting seperti Kekerarasa dalam rumah tangga (KDRT), Pernikahan dini, Human Trafficking dan Narkoba
Hadir dari tim Dispora Provinsi NTT, antara lain Matius Ngadu Oli, SE, M.Hum, Rolly Elvisrony Moa, SE, Marthen O. L. Uly, SH, Dina Maria, ST, MM, Flora Triana, S.Sos, serta Mateos Banoet, SH.
Kehadiran mereka turut didampingi panitia dari Dispora Kabupaten Sumba Barat Daya, yakni Emanuel Da Tito, Yulius HD Bussa, dan Retno Wulandari.
Acara dibuka oleh Kepala Dispora Kabupaten Sumba Barat Daya, Yohanis Tende, yang sekaligus membacakan sambutan Gubernur NTT.
Dalam sambutannya, Yohanis menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang menginisiasi kegiatan ini.
Bimtek ini sejalan dengan komitmen Pemprov NTT dalam memberdayakan generasi muda melalui wadah pengembangan diri serta mempersiapkan mereka menjadi pemimpin perubahan,” ujarnya.
Bimtek Youth Campaign lahir dari keprihatinan terhadap maraknya ancaman narkotika, kekerasan dalam rumah tangga, Pernikahan dini, hingga perdagangan manusia di NTT.
Letak geografis provinsi yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), dan Australia membuat wilayah ini rawan menjadi jalur peredaran narkoba.
Karena itu, generasi muda didorong tampil sebagai agen perubahan yang mampu mendorong serta menggerakkan lingkungan sosialnya ke arah positif.
“Lewat kegiatan ini, pemuda diharapkan menjadi pelopor agen perubahan yang mampu menjaga lingkungan sosial dari ancaman KDRT, Pernilahan dini,
narkoba, dan human trafficking,” tegas Yohanis.
Menambahkan hal tersebut, Matius Ngadu Oli menyampaikan bahwa pasca kegiatan ini akan ada tindak lanjut berupa pembentukan kelompok pemuda yang mendapat dukungan modal dari Dispora Provinsi.
“Pasca kegiatan, peserta akan membentuk kelompok dan mendapat bantuan modal untuk membiayai kegiatan sosialisasi isu-isu sosial di antaranya KDRT, human trafficking dan narkoba.
Kelompok ini akan dimonev Dispora Provinsi bersama Dispora kabupaten,” ungkap Matius.
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung program kerja Gubernur NTT dalam Dasa Cita, khususnya cita ke-2: “Millenial Perempuan sebagai Motor + Kreativitas Lokal.”***


























