Tambolaka, Suarajarmas.id – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, secara resmi membuka Kick Off Proyek Tingkat Kabupaten terkait Peningkatan Akses Perlindungan Sosial dan Hak-Hak Dasar bagi Anak Penyandang Disabilitas. Kegiatan ini digelar di Fortuna Center Hall, Kota Tambolaka, Kamis (27/11/2025).
Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten SBD, Misereor, dan Yayasan Harapan Sumba (YHS) sebagai upaya memperkuat perlindungan, pelayanan, serta pemenuhan hak bagi anak penyandang disabilitas dari tingkat desa hingga kabupaten.
Acara turut dihadiri camat, kepala desa, kepala sekolah SLB, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan LSM, serta komunitas disabilitas.
Ketua YHS, Stefanus Segu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas komitmen Bupati Ratu Wulla yang tetap hadir meski memiliki agenda padat.
Menurutnya, kehadiran Bupati menunjukkan dukungan nyata Pemerintah Kabupaten SBD terhadap program peningkatan akses layanan bagi penyandang disabilitas.
Stefanus menjelaskan bahwa program ini didukung oleh Misereor dan Kindermissionswerk, dua lembaga donor dari Jerman.
Ia juga menekankan bahwa kelompok disabilitas selama ini termasuk kelompok yang paling terpinggirkan, kerap mengalami stigma, diskriminasi, dan kurang mendapatkan akses layanan dasar. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan lembaga masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program di SBD.
Sementara itu, Bupati Wulla, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen kuat mendukung program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas.
“Persoalan seperti ini hanya bisa diselesaikan melalui kolaborasi yang kuat. YHS mengurus masyarakat SBD, dan pemerintah tentu siap bekerja sama untuk melayani,” tegasnya.
Bupati juga menyatakan bahwa jika program ini terbukti memberikan dampak signifikan, pemerintah akan meningkatkan dukungan dan memperluas jangkauan program di masa mendatang.
Dirinya menegaskan peran strategis pemerintah desa sebagai ujung tombak pelaksanaan program di tingkat akar rumput. Ia menginstruksikan para kepala desa untuk benar-benar memahami seluruh kegiatan dan dinamika di wilayahnya, aktif menunjukkan progres nyata dalam layanan disabilitas, serta memastikan penggunaan dana desa tepat sasaran.
“Satu rupiah harus benar-benar untuk kemaslahatan masyarakat,” tegasnya.
Ratu Wulla juga menekankan pentingnya data akurat penyandang disabilitas sebagai dasar intervensi yang tepat.
Menutup sambutannya, Bupati berharap proyek ini benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak penyandang disabilitas sekaligus memperkuat sistem perlindungan sosial di Kabupaten SBD.***


























