Tambolaka, Suarajarmas.id – Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) XI & Sela GMNI Cabang Sumba Barat Daya (SBD) berlangsung meriah, Sabtu (28/11/2025) malam.
Mengusung tema “Membentuk Pemimpin Muda Marhaenis dengan Spirit Perjuangan Marhaenisme di Era 5.0”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam proses kaderisasi organisasi mahasiswa berbasis ideologi Soekarno.
Acara dihadiri langsung Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, Perwakilan Dandim 1629/SBD, anggota Komisioner KPU SBD, Ketua Bawaslu SBD, Ketua GMNI SBD, Ketua GMNI Kabupaten Sumba Barat, Ketua GMNI Kabupaten Sumba Timur, Ketua GMKI SBD, calon anggota baru, serta sejumlah undangan lainnya.
Meski peserta menunggu hingga malam untuk menyambut kedatangan Bupati, semangat mereka tetap tinggi. Suasana semakin hangat saat Bupati menyampaikan sambutan inspiratif.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ratu Wull mengenang masa perjuangannya sebagai aktivis 25 tahun lalu.
“Saat mendengar pekikan Ketua GMNI, darah saya naik-turun, hati saya bergetar. Saya teringat perjuangan saya dulu dengan semangat yang menyala hingga saat ini. Melihat kalian, saya bangga. Kalau begini, saya percaya SBD akan maju,” ujarnya.
Bupati menekankan pentingnya berpihak pada rakyat kecil dan mendorong generasi muda untuk berpikir kreatif serta siap memperjuangkan persoalan masyarakat.

Ia menegaskan, bergabung dengan organisasi bukan sekadar formalitas administrasi, tetapi juga proses ideologis dan pendidikan karakter.
“Organisasi tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga kepedulian, keberanian, dan kesiapan bekerja nyata untuk masyarakat.
Ini titik awal kalian ditempa. Kembangkan intelektual, teguhkan semangat pengabdian,” pesannya.
Tak hanya itu, Bupati juga mengapresiasi sikap kritis GMNI.
“Jaga idealisme kalian, tetap kritis, tetapi juga harus mampu menawarkan solusi.
Kritik tanpa solusi tidak akan membawa perubahan. Saya berharap kalian menjadi generasi muda yang berani, namun bijak dalam menyampaikan pendapat,” tambahnya.
Ketua Panitia PPAB XI, Jean Bayo, menjelaskan kegiatan tahun ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di SBD. Dari 120 pendaftar, 40 orang lolos dan berhak mengikuti tahap kaderisasi.
Sementara itu, Ketua DPC GMNI SBD, Dedianto Daghu Kezo, menekankan pentingnya PPAB sebagai proses kaderisasi Marhaenis.
“Pertanyaannya adalah bagaimana kita menjawab arti kemerdekaan sehingga dapat merefleksikan kemerdekaan yang sesungguhnya. Ini adalah ruang belajar untuk memahami itu,” katanya.
Ketua Persatuan Alumni GMNI SBD, Marten Roga Ate, menegaskan kesiapan GMNI menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun SBD.
“Mereka yang bergabung dengan GMNI harus kuat menghadapi kesulitan. Kami yakin SBD dapat maju bila setiap kader berdiri tegak dengan prinsip,” tuturnya.***


























