Konfercab PDI-P Sedaratan Sumba Perkuat Konsolidasi Struktur dan Optimalkan Potensi Pulau Sumba

Tambolaka, SuaraJarmas.id — Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan sedaratan Sumba, jajaran DPP dan DPD, menegaskan pentingnya penguatan konsolidasi organisasi sekaligus membaca potensi strategis Pulau Sumba sebagai wilayah dengan kekayaan budaya dan pariwisata yang terus berkembang.

Hal ini disampaikan saat konferensi pers di Rumah Budaya Desa Weelonda, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kamis (27/11/2025) sore,

Konfercab Bergelombang Sesuai Karakter NTT

Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Parera, menjelaskan bahwa pelaksanaan konfercab di Sumba merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa di Timor, Sabu, Rote, dan Alor, sebelum nantinya bergerak ke Flores.

“NTT ini memiliki topografi tiga pulau besar, sehingga konfercab kami lakukan secara bertahap. Hari ini kami berkumpul di Sumba bersama Ibu Sri Rahayu untuk memastikan konsolidasi berjalan efektif,” ujar Andreas.

Ia menilai Sumba memiliki keunikan budaya, sejarah, dan pariwisata yang perlu terus dipromosikan di tingkat nasional maupun internasional.

“Sumba punya nilai khas yang memperkenalkan daerah ini kepada Indonesia bahkan dunia. Kami mendorong Sumba menjadi destinasi pariwisata utama,” katanya.

Andreas juga menyoroti kemajuan infrastruktur transportasi di Sumba.

“Saya datang dari Bali dan terkejut melihat kini ada lima penerbangan per hari dari Tambolaka. Ini kemajuan besar yang membuka akses wilayah ini,” ucapnya.

Fokus: Penguatan Struktur hingga Akar Rumput

Di internal partai, Andreas menegaskan bahwa konfercab bertujuan memperkuat struktur dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, desa, dan ranting.

“Mengelola partai itu berarti mengelola rakyat. Pengurus PAC dan ranting adalah garda terdepan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Karena itu struktur harus terus diperbarui dan diperkuat,” tegasnya.

Penyegaran Kepengurusan untuk Lima Tahun ke Depan

Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan, Sri Rahayu, menambahkan bahwa konfercab merupakan agenda lima tahunan untuk penyegaran dan penataan ulang kepengurusan.

“Tujuan kami memperbaiki organisasi, baik dari sisi SDM maupun program kerja.

Ada sembilan DPC yang sudah melaksanakan konfercab, hari ini empat DPC di Sumba, dan tanggal 29 kami lanjutkan di Flores,” jelasnya.

Sri menegaskan bahwa pemisahan wilayah konfercab murni dilakukan karena kondisi geografis NTT yang tidak memungkinkan penggabungan seluruh daerah dalam satu titik.

Menurutnya, konsolidasi struktur dari DPP hingga ranting adalah satu kesatuan gerak menuju kemenangan Pemilu 2029, baik pileg, pilpres, maupun pilkada.

Terkait proses penyusunan kepengurusan, Sri memastikan bahwa DPP tidak mengambil keputusan sepihak.

“Aspirasi PAC menjadi dasar utama, lalu DPC dan DPD mengusulkan. Semua melalui mekanisme fit and proper test dan tim formatur,” ujarnya.

Sumba Mendapat Atensi Khusus

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dua petinggi DPP tersebut.

“Kehadiran Pak Andreas dan Ibu Sri Rahayu merupakan kebanggaan bagi kami. Jadwal mereka padat, tapi masih menyempatkan datang. Ini menunjukkan bahwa Sumba mendapat atensi khusus,” kata Yunus.

Ia menegaskan bahwa dengan dukungan pusat, struktur PDI Perjuangan di Sumba semakin siap memperkuat basis sekaligus mendorong pembangunan daerah, terutama sektor pariwisata yang disebutnya memiliki potensi sangat besar.***

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *