Kupang, Suarajarmas.id – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, resmi membuka Konferensi Daerah (Konferda) VI PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2025. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Harper Kupang, Jumat (7/11/2025).
Hasto hadir bersama Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, serta sejumlah pengurus DPP lainnya. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 Wita. Turut mendampingi Hasto, Wakil Sekjen DPP Sri Rahayu, Wakil Sekjen sekaligus Kepala Sekretariat DPP Yoseph Aryo Adi Dharmo, Wakil Bendahara Umum DPP Yuke Yurike, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Stevano Adranacus.
Saat tiba di lobi hotel, rombongan disambut dengan pengalungan selendang dan tarian Kataga, tarian perang khas Sumba.
Setelah prosesi penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi mengheningkan cipta yang dipimpin Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa. Agenda dilanjutkan dengan pembacaan Teks Proklamasi Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Himne PDI Perjuangan, dan pembacaan naskah Dedication of Life Bung Karno.
Hasto kemudian memukul gong sebagai tanda dibukanya Konferda VI PDI Perjuangan NTT. Konferda ini dirangkaikan dengan Konferensi Cabang untuk sembilan kabupaten di wilayah Timor, Alor, Sabu, dan Rote.
Dalam sambutannya, Hasto memberikan apresiasi kepada Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Emelia Julia Nomleni, yang dinilai mampu mempertahankan kemenangan PDI Perjuangan pada Pemilu Legislatif 2024.
Hasto juga menyampaikan pesan khusus dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Megawati berpesan agar kader partai selalu menjaga hubungan dengan akar rumput sebagai kekuatan utama PDI Perjuangan.
“Watak PDI Perjuangan adalah bergerak ke bawah, berpihak pada akar rumput,” tegas Hasto.
Menurutnya, kader di tingkat ranting dan anak ranting adalah representasi dedikasi perjuangan partai. Ia menekankan bahwa pembacaan naskah Dedication of Life sebaiknya dilakukan oleh kader paling bawah sebagai simbol ketulusan perjuangan.
“Dedikasi itu bukan soal jabatan. Ada pendekatan spiritual dengan Bung Karno, dengan Ibu Mega, bergerak karena panggilan nurani,” ujarnya.
Hasto menambahkan bahwa spirit perjuangan partai selalu dekat dengan rakyat kecil.
“Jangan lupakan mereka yang terpinggirkan, yang tertindas, dan menjadi korban ketidakadilan,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa PDI Perjuangan pernah melalui masa sulit pada era Orde Baru. Namun, akar rumput tetap menjadi benteng pertahanan partai.
Dalam kesempatan itu, Hasto menjelaskan bahwa penataan struktur kepengurusan PDI Perjuangan di NTT memperhatikan kondisi geografis wilayah. Menurutnya, penugasan partai harus menyesuaikan medan, cuaca, dan pembagian wilayah koordinasi.
Sementara itu, Panitia Konferda VI menyampaikan bahwa penetapan Ketua DPD PDI Perjuangan NTT mengacu pada Surat Keputusan DPP PDI Perjuangan Nomor 1/2025 tentang mekanisme penjaringan dan penyaringan ketua.
Tercatat 23 nama yang masuk dalam penjaringan dari tingkat kecamatan hingga provinsi. Setelah melalui psikotes dan proses seleksi di DPP, tersisa tujuh nama calon ketua, yakni:
1. Emelia Julia Nomleni
2. Yunus Huhu Takandewa
3. Heri Nabit
4. Patris Laliwolo
5. Gusti Beribe
6. Nelson Matara
7. Vian Feoh
Dari tujuh nama yang disaring ini, Yunus Huhu Takandewa akhirnya terpilih sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan NTT untuk periode 2025 – 2030.***(AH).-


























