Thomas Bulu Serap Aspirasi Warga Weelonda, Soroti Bantuan Sosial hingga Pertanian

 

anggota DPRD SBD Thomas Bulu saat memberikan Penjelasan ke warga saat Reses di Desa Weelonda (AH/SuaraJarmas,id)

Tambolaka, SuaraJarmas.id — Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dari Partai Gerindra, Thomas Bulu, menggelar reses masa sidang II (Mei-Agustus) tahun 2025 di Desa Weelonda, Kampung Langgalero, Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu 23/8/2025.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Desa Weelonda, Kabag Penganggaran dan Pengawasan (Ranwas) DPRD Monika Danur, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, hingga tokoh pemuda.

Dalam kesempatan itu, Thomas menyampaikan bahwa reses bukan sekadar agenda formal,  lebih pada dari itu merupakan ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

“Reses ini bukan acara formal yang kaku, kita hadir, berbincang dan mendengar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bukan keinginan yang nantinya usulan itu bisa bermanfaat dan berdampak positif secara luas,”ungkap Thomas

Lebih lanjut Politisi Gerinda ini menegaskan bahwa usulan usulan akan di catat dan  kemudian disusun menjadi pokok-pokok pikiran (Pokir) Dewan namun  apa yang direncanakan tetap menyesuaikan alokasi anggaran Pemerintah.

Sebagai anggota Komisi II DPRD SBD yang membidangi pertanian, peternakan, kehutanan, dan perumahan, ia juga memaparkan sejumlah rencana program. Antara lain pemberdayaan petani melalui bantuan hand tractor, Sumur Bor, penyediaan obat-obatan pertanian, pengadaan meteran listrik, hingga rumah layak huni.

Warga Keluhkan Bantuan Sosial hingga Sumur Bor

Dalam kesempatan ini juga peserta yang hadir memanfaatkan forum itu untuk menyampaikan berbagai keluhan. Mereka menyoroti distribusi bantuan sosial yang dinilai tidak adil karena sebagian penerima justru berasal dari kalangan PNS.

Selain itu, bantuan rumah layak huni dan program beasiswa juga menjadi sorotan.

“Rumah kami sudah difoto, tetapi hingga kini bantuan itu belum kami terima. Sampai saat ini, saya merasa belum tersentuh program bantuan rumah layak huni,” ungkap Bibiana Rangga Pati

Sementara itu, Mariana Bulu mengeluhkan program beasiswa yang tak kunjung cair.

Mirisnya ada bantuan sumur Bor untuk kelompok tani sudah lima tahun dibangun tidak berfungsi.

“Bantuan  sumur bor yang sudah dibangun tetapi tidak berfungsi selama lima tahun terakhir,”Ketua Kelompok tani Lolo Pateki

Komitmen Perjuangkan Aspirasi

Menanggapi aspirasi tersebut, Thomas menegaskan akan memperjuangkan kebutuhan prioritas warga selain dari pokok pikiran dewan akan memperjuangkan usulan warga melalui jalur proposal. Namun ia mengingatkan setiap bantuan pemerintah memiliki mekanisme dan syarat yang jelas.

“Dasar hidup masyarakat Kabupaten SBD ini 80 persen dari pertanian, jadi kita fokus pada pemberdayaan,”ungkapnya

Lebih lanjut legislator Gerindra menegaskan untuk bantuan hand tractor misalnya, syarat minimal kelompok harus memiliki 15–25 hektare lahan. Begitupun bantuan rumah layak huni harus sudah melewati kriteria dan persyaratan yang ada dan ini kita dorong untuk bisa terealisasi sesuai kebutuhan.

Kehadiran Thomas dalam reses ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang tokoh masyarakat, menilai selama ini warga tidak pernah tau apa  itu reses, dan kampung langgalero belum pernah dikunjungi oleh Angota Dewan.

“Baru kali ini ada dewan yang datang langsung seperti ini. Selama ini dewan ada saat kampanye Padahal banyak persoalan mendasar, dari Penerangan, air bersih, hingga sarana pertanian yang sangat dibutuhkan masyarakat kota,”ungkap salah satu peserta yang hadir.

Di akhir kegiatan, Thomas mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah desa dalam menyusun program prioritas.

“Intinya, kami tampung semua aspirasi. Tinggal bagaimana kita dorong bersama agar bisa masuk dalam program pemerintah,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *